Monday, June 24, 2013

Homili Hari Raya Kelahiran Yohanes Pembaptis

HR Kelahiran Yohanes Pembaptis
Yes 49:1-6
Mzm 139:1-3.13-14ab.14c-15
Kis 13:22-26
Luk 1:57-66.80

Namanya adalah Yohanes

Hari ini seluruh Gereja merayakan Hari Raya kelahiran Yohanes Pembaptis. Sebagaimana kita ketahui bahwa di dalam Liturgi Gereja Katolik hanya ada tiga orang yang dirayakan ulang tahun kelahiran mereka. Hari ini  HUT kelahiran Yohanes Pembaptis 24 Juni, Bunda Maria, 8 September dan Yesus Kristus, 25 Desember. Merayakan hari kelahiran Yohanes Pembaptis membuat kita secara istimewa memusatkan perhatian kita kepada figur istimewa ini. Ayahnya bernama Zakharias, seorang imam di Yerusalem. Ibunya bernama Elisabeth, masih kerabat dekat Bunda Maria. Yohanes dilahirkan ketika ibunya sudah dianggap mandul, tetapi Tuhan punya rencana istimewa baginya sehingga ia dikaruniai Yohanes, putra tunggalnya.

Yohanes pernah ditanya tentang identitasnya. Ia hanya menjawab: “Akulah suara orang yang berseru-seru di padang gurun: Luruskanlah jalan Tuhan!” (Yoh 1:23); Ada suara yang berseru-seru di padang gurun: Persiapkanlah jalan untuk Tuhan, luruskanlah jalan bagiNya (Luk  3:4). Jadi boleh dikatakan bahwa Yohanes memang diutus secara khusus oleh Tuhan untuk mempersiapkan kedatangan Yesus Kristus Putra Allah. Mengapa ia mengakui dirinya sebagai suara? Karena dengan suaranya ia berseru untuk mempersiapkan kedatangan Tuhan dengan seruan Tobat, ia juga membaptis orang-orang yang datang kepadanya dengan air.

Pada hari kelahirannya ini, kita diingatkan kembali oleh Penginjil Lukas bagaimana proses kelahirannya di dunia. Orang-orang yang tadinya beranggapan bahwa Elisabeth mandul kini berdatangan ke rumahnya karena ada berita sukacita. Ia melahirkan puteranya. Ini menjadi kesempatan istimewa bukan hanya bagi keluarga Elisabeth dan Zakharias tetapi orang-orang itu juga bersukacita dan memuji Tuhan Allah karena karyaNya yang ajaib bagi Elizabeth yang disebut mandul itu. Mereka tidak hanya bergembira pada saat hari kelahiran Yohanes tetapi juga pada hari kedelapan dimana ia disunat dan dinamai Yohanes.Yohanes berarti Allah berbelas kasih. Nama Yohanes ini memang memiliki power tersendiri karena Zakharias yang tadinya bisu dapat berbicara kembali. Allah sungguh berbelas kasih dan menyelamatkan. Yohanes juga istimewa karena tangan Tuhan atau kuasa Tuhan menaunginya. Roh Kudus menyertai seluruh hidupnya.

Tuhan memang memiliki kuasa yang dahsyat. Hal-hal yang sebenarnya tidak bisa terjadi akhirnya terjadi juga. Ini tentu butuh iman yang mendalam kepada Tuhan sehingga rencanaNya sungguh dapat terjadi di dalam hidup kita sebagai manusia. Elizabeth ibu Yohanes dan Zakharias ayahnya tentu memiliki pergumulan hidup yang luar biasa. Mereka dihina, diolok karena semua pengalaman di dalam keluarga tetapi mereka tetap berpasrah kepada Tuhan. Tuhan pun memperhatikan iman mereka. Bagaimana dengan kita? Banyak kali kita jauh dari Tuhan. Kita tidak mau mengikuti semua rancangan dan rencanaNya bagi kita. Padahal tangan Tuhan senantiasa menyertai kita. Bukankah kita ini adalah makhluk istimewa? Bukankah Ia sudah menciptakan kita sewajah denganNya dan ini berarti ia sangat mengasihi kita?

Yohanes bertumbuh menjadi pribadi yang istimewa, penuh kuasa dan wibawa. Sebenarnya Nabi Yesaya di dalam dunia Perjanjian Lama sudah benubuat juga dan nubuat itu berasal dari pengalaman pribadinya. Ia berkata, “Dengarkanlah aku, hai pulau-pulau, perhatikanlah hai bangsa-bangsa yang jauh. Tuhan sudah memanggil aku sejak dari kandungan, telah menyebut namaku sejak dari perut ibuku”. Pengalaman Yesaya kiranya mirip dengan pengalaman dari Yohanes Pembaptis. Tuhan sudah memiliki rencana yang istimewa baginya sejak masih di dalam kandungan ibunya.

Yesaya juga membagi pengalamannya terutama keberanian yang ia miliki mulut sebagai pedang yang tajam, panah yang runcing.Ia juga akan menjadi terang bagi bangsa-bangsa. Nubuat Yesaya ini luar biasa. Tuhan menggenapi firmanNya di dalam diri Yesaya dan menjadi sempurna di dalam diri Yohanes Pembaptis. Yohanes juga membawa terang untuk menerangi hidup orang dengan seruan tobat sambil menanti kedatangan Terang sejati yaitu Yesus Kristus.

Lukas juga melukiskan kedatangan Yesus yang disiapkan oleh Yohanes Pembaptis di dalam Kisah Para Rasul. Di kisahkan juga bahwa Paulus mengajar orang-orang Antiokhia sejarah keselamatan, dalam hal ini  Allah telah membangkitkan Yesus Kristus, Juru Selamat  bagi Israel. Menjelang kedatangan Yesus, Yohanes bertugas untuk menyerukan seruan tobat dan membaptis dengan air. Yohanes bahkan dengan rendah hati mengatakan bahwa ia menunduk dan membuka tali sepatu Yesus pun ia tidak layak. Ia merendahkan diri, tetapi Yesus lebih merendahkan diri lagi untuk dibaptis Yohanes. Yesus adalah Tuhan dan jurus selamat kita.

Sabda Tuhan pada hari raya ini membantu kita untuk menjadi suara yang baik bagi Tuhan dan sesama. Suara dalam arti apa? Dalam arti Sabda Tuhan yang kita dengar hendaknya menjadi bagian di dalam hidup kita dan dengan demikian kita dapat menjadi suara bagi sesama yang lain. Suara yang menghibur dan menyelamatkan! Suara yang membuat banyak orang merasakan kerahiman dan belaskasihan Tuhan. Suara yang turut menghantar mereka untuk menjadi dekat dan akrab dengan Tuhan. Dengan bantuan Tuhan anda dan saya, kita pasti menjadi suara yang baik!

Doa: Ya Santo Yohanes Pembaptis, ajarilah kami untuk menjadi suara yang berseru dan membawa banyak orang untuk mengenal dan mengasihi Yesus Kristus Tuhan kami. Amen

PJSDB

No comments:

Post a Comment

Post a Comment