Kutipan dari Bunda Teresa dari Kalkuta
1.
2.
“Tidak semua dari kita bisa
melakukan hal-hal besar. Namun, kita bisa melakukan hal-hal kecil dengan cinta
yang besar.”
3. “Kedamaian dimulai dengan sebuah
senyuman..”
4.
“Saya tidak tahu persis seperti
apa surga itu, namun saya tahu bahwa ketika kita meninggal dunia dan tiba
saatnya Tuhan menghakimi kita, Dia tidak akan bertanya, ‘Berapa banyak
perbuatan baik yang telah anda lakukan dalam hidupmu?’ melainkan Dia akan
bertanya, ‘Seberapa besar cinta yang anda curahkan dalam apa yang anda
lakukan?’”
5.
“Kemarin telah berlalu. Besok
belum tiba. Kita hanya memiliki hari ini. Mari kita mulai.”
6.
“Setiap kali anda tersenyum
kepada seseorang, itu adalah tindakan kasih, sebuah hadiah bagi orang tersebut,
sesuatu yang indah.”
7.
“Jangan berpikir bahwa cinta,
agar tulus, haruslah luar biasa. Yang kita butuhkan adalah mencintai tanpa
lelah. Setialah dalam hal-hal kecil karena di situlah letak kekuatanmu.”
8.
“Kata-kata yang baik bisa
singkat dan mudah diucapkan, tetapi gaungnya sungguh tak berujung.”
9.
“Kemiskinan yang paling
mengerikan adalah kesepian, dan perasaan tidak dicintai.”
10. “Jangan biarkan siapa pun datang kepadamu tanpa pergi dengan menjadi
lebih baik dan lebih bahagia. Jadilah perwujudan kasih Tuhan yang hidup:
kebaikan di wajahmu, kebaikan di matamu, kebaikan dalam senyummu.”
11. “Jika kita tidak memiliki kedamaian, itu karena kita telah lupa
bahwa kita saling memiliki.”
12. “Apa yang bisa anda lakukan untuk mempromosikan perdamaian dunia?
Pulanglah dan cintailah keluargamu.”
13. “Bukan seberapa banyak yang kita berikan, melainkan seberapa banyak
cinta yang kita tuangkan dalam pemberian itu.”
14. “Di akhir hidup, kita tidak akan dihakimi berdasarkan berapa banyak
ijazah yang kita peroleh, berapa banyak uang yang kita hasilkan, atau berapa
banyak hal hebat yang telah kita lakukan.
15. Kita akan dihakimi berdasarkan: ‘Aku lapar, dan kamu memberi aku
makan; aku telanjang, dan kamu memberi aku pakaian; aku tak punya tempat
tinggal, dan kamu menampungku.’”
16. “Aku sendiri tidak bisa mengubah dunia, tetapi aku bisa melemparkan
batu ke atas air untuk menciptakan banyak riak.”
17. “Tuhan tidak menuntut kita untuk berhasil, Dia hanya menuntut agar
kita berusaha.”
18. “Penyakit terbesar di Barat saat ini bukanlah TBC atau kusta;
melainkan merasa tidak diinginkan, tidak dicintai, dan tidak diperhatikan. Kita
bisa menyembuhkan penyakit fisik dengan obat-obatan, tetapi satu-satunya obat
untuk kesepian, keputusasaan, dan ketidakberdayaan adalah cinta. Ada banyak
orang di dunia ini yang sekarat karena sepotong roti, tetapi ada lebih banyak
lagi yang sekarat karena sedikit cinta. Kemiskinan di Barat adalah jenis
kemiskinan yang berbeda — bukan hanya kemiskinan akibat kesepian, tetapi juga
kemiskinan spiritual. Ada rasa lapar akan cinta, sebagaimana ada rasa lapar
akan Tuhan.”
19. “Inilah beberapa cara yang dapat kita lakukan untuk mempraktikkan
kerendahan hati:
·
Sebisa mungkin tidak banyak
berbicara tentang diri sendiri.
·
Mengurus urusan sendiri.
·
Tidak ingin mengatur urusan
orang lain.
·
Menghindari rasa ingin tahu.
·
Menerima kritik dan koreksi
dengan lapang dada.
·
Mengabaikan kesalahan orang
lain.
·
Menerima hinaan dan perlakuan
yang menyakitkan.
·
Menerima jika diremehkan,
dilupakan, dan tidak disukai.
·
Menjadi baik dan lembut bahkan
saat dipancing.
·
Jangan pernah mengutamakan
harga diri sendiri.
·
Selalu memilih yang paling
sulit.”
20. “Rasa lapar akan cinta jauh lebih sulit dihilangkan daripada rasa
lapar akan roti.”
21. “Jangan pernah bepergian lebih cepat daripada kecepatan terbang
malaikat pelindungmu.”
22. “Hidup sederhana agar orang lain pun dapat hidup dengan sederhana.”
23. “Doa bukanlah meminta. Doa adalah menyerahkan diri kepada Tuhan,
berada di bawah kehendak-Nya, dan mendengarkan suara-Nya di kedalaman hati
kita.”
24. “Aku adalah sebatang pensil kecil di tangan Tuhan yang sedang
menulis, yang sedang mengirimkan surat cinta kepada dunia.”
25. “Jika anda rendah hati, tak ada yang akan menggoyahkanmu, baik
pujian maupun celaan, karena anda tahu siapa dirimu.”
26. “Kita tahu betul bahwa apa yang kita lakukan hanyalah setetes air di
lautan. Namun, jika tetesan itu tidak ada, lautan akan kehilangan sesuatu.”
27. “Jalan yang Sederhana
·
Keheningan adalah Doa
·
Doa adalah Iman
·
Iman adalah Cinta
·
Cinta adalah Pengabdian
·
Hasil dari Pengabdian adalah
Kedamaian”
28. “Aku bisa melakukan hal-hal yang tidak bisa anda lakukan, anda bisa
melakukan hal-hal yang tidak bisa aku lakukan; bersama-sama kita bisa melakukan
hal-hal besar.”
29. “Tuhan menciptakan dunia untuk kesenangan manusia—seandainya kita
bisa melihat kebaikan-Nya di mana-mana, kepedulian-Nya terhadap kita,
kepedulian-Nya terhadap kebutuhan kita: panggilan telepon yang kita
tunggu-tunggu, tumpangan yang ditawarkan kepada kita, surat di kotak surat,
hal-hal kecil yang Dia lakukan untuk kita sepanjang hari. Saat kita mengingat
dan menyadari kasih-Nya kepada kita, kita mulai jatuh cinta kepada-Nya karena
Dia begitu sibuk dengan kita—kamu tidak bisa menolak-Nya. Aku percaya tidak ada
yang namanya keberuntungan dalam hidup, itu adalah kasih Tuhan, itu milik-Nya.”
30. “Jangan menunggu para pemimpin; lakukanlah sendiri, dari orang ke
orang.”
31. “Sebuah pengorbanan yang sejati harus mengorbankan sesuatu, harus
menyakitkan, dan harus mengosongkan diri kita. Serahkan dirimu sepenuhnya
kepada Tuhan. Dia akan menggunakanmu untuk mencapai hal-hal besar dengan syarat
bahwa kamu lebih percaya pada kasih-Nya daripada pada kelemahanmu.”
