Friday, October 11, 2013

Renungan 11 Oktober 2013

Hari Jumat, Pekan Biasa XXVII
Yl 1:13-15;2:1-2
Mzm 9: 2-3.6.16.8-9
Luk 11:15-26

Menanti Hari Tuhan

Pada hari ini kita mendengar bacaan pertama dari Kitab Yoel. Yoel mulai bernubuat ketika kebun dan ladang di Israel dihancurkan oleh wabah belalang. Banyak orang hanya mampu menyaksikan wabah belalang yang menimbulkan kelaparan di seluruh negeri. Yoel sebagai utusan Tuhan melihat sesuatu yang lebih dari pandangan mata manusiawi yakni hari Tuhan akan terasa lebih agung, dahsyat dan menakutkan. Siapakah manusia yang mampu bertahan di hadapan Tuhan pada hari kedatanganNya?

Yoel mula-mula mengingatkan para imam dengan kata-kata ini: “Hai para imam, kenakanlah pakaian kabung dan mengeluhlah. Merataplah hai para pelayan mezbah. Masuklah dan bermalamlah dengan memakai kain kabung hai para pelayan Allahku karena sudah lama tidak ada kurban sajian dan kurban curahan”. Perkabungan untuk menyambut hari Tuhan merupakan sebuah tanda pertobatan. Bagi Yoel, pertobatan itu dimulai oleh para imam dan pelayan Tuhan. Merekalah yang bertanggungjawab terhadap pelayanan rohani jemaat saat itu. Jemaat tidak hanya mendekati pelataran rumah Tuhan, tetapi mereka juga harus berusaha untuk membangun pertobatan yang radikal di dalam diri mereka.

Untuk mewujudkan sesal dan tobat maka mereka juga mengadakan puasa. Puasa yang mereka lakukan adalah puasa yang kudus. Para tua-tua dan seluruh penduduk di negeri itu juga dikumpulkan di rumah Tuhan supaya mereka dapat berteriak minta tolong kepadaNya. Mereka patut memohon batuan dari Tuhan karena semakin mendekat hariNya. Hari Tuhan digambarkan sangat dashyat maka sangkakala di Sion harus dibunyikan. Para pemimpin jemaat berteriak di gunung yang kudus.  Adapun tanda-tanda hari Tuhan adalah hari menjadi gelap gulita, kelam kabut, suatu hari berawan dan kelam pekat. Dengan demikian Yoel mengharapkan suatu pertobatan total. Umat Israel diharuskan mengingat-ingat kembali perbuatan baik yang sudah dilakukan Tuhan kepada mereka. harus ada kesadaran bahwa Tuhan selalu hadir dan mengasihi. Hal ini juga membantu umat Israel untuk sadar diri dan kembali kepada Tuhan.

Penginjil Lukas hari ini mengisahkan dalam bacaan Injil bahwa setelah Yesus mengajar para muridNya berdoa dengan menyapa Allah sebagai Bapa dan menunjukkan kuasa doa di dalam diri para muridNya. Kini muncullah konflik tertentu di dalam pelayanan Yesus. Kita mengetahui bahwa melalui pengajaran dan pelayananNya, Yesus menghadirkan Kerajaan Allah dan diharapkan supaya Kerajaan itu tetap kokoh hingga akhir zaman. Apa saja yang dilakukan Yesus untuk menghadirkan Kerajaan Allah? Ia membuat banyak mukjizat dengan menyembuhkan banyak orang sakit dan mengusir setan-setan. Tetapi ada juga orang yang keras hati dan mengatakan bahwa Yesus mengusir setan dengan bantuan penghulu setan yakni Beelzebul. Yesus heran dan mengatakan kepada mereka yang masih buta secara rohani bahwa apabila iblis terbagi-bagi dan melawan dirinya sendiri, bagaimana kerajaannya dapat bertahan. Orang-orang Yahudi sendiri melakukan pengusiran setan dan tentu mereka akan memberi kesaksian bahwa mereka tidak mengusir setan dengan bantuan setan tetapi dengan bantuan Allah sendiri. Allah jauh lebih kuat dari pada setan.

Kita bisa menilai orang-orang pada zaman Yesus sebagai orang yang begitu tertutup hatinya kepada Tuhan Yesus. Mereka menyaksikan karya-karya agung yang dilakukan Tuhan Yesus tetapi masih juga meragukanNya. Itulah kehidupan manusia yang penuh dengan kelemahan dan ketidakpercayaan. Yesus dengan tegas mengatakan: "Barang siapa tidak bersama dengan Aku, ia melawan Daku dan barang siapa tidak mengumpulkan bersama Daku, ia menceraiberaikan". Pengalaman akan Allah ditandai dengan pertobatan terus menerus di pihak manusia. Pertobatan itu berguna untuk membawa orang menjadi dekat dan akrab dengan Tuhan. Bersatu dengan Tuhan yang jauh lebih kuat, yang punya kuasa yang agung akan membantu manusia untuk bertahan terhadap kuasa kejahatan. Apabila kita berada di pihak Allah maka tak perlu takut dengan kuasa apa pun. Tuhan lebih kuat dari segala-galanya.

Doa: Tuhan, terima kasih karena pada hari ini Engkau menyadarkan kami untuk kembali kepadaMu dengan membangun pertobatan terus menerus supaya dapat bersatu dengan Dikau. Amen.

PJSDB

No comments:

Post a Comment