Thursday, October 30, 2025

Lima Belas Kutipan Tentang Rosario Suci

1.  Santo padre Pio: “Rosario adalah ‘senjata’ mutakhir masa kini.”

2. Beato Paus Pius IX: “Berilah aku sebuah pasukan yang mendoakan doa Rosario, dan aku akan menaklukkan dunia.”

3. Santo Fransiskus de Sales: “Metode doa yang paling besar adalah mengucapkan Rosario.” 

4. Santo Padre Pio: “Ada orang-orang yang begitu bodoh sehingga mereka berpikir bisa menjalani hidup tanpa bantuan Bunda Maria yang Terberkati. Cintailah Bunda Maria dan berdoalah Rosario, karena Rosario-nya adalah senjata melawan kejahatan dunia saat ini. Semua rahmat yang diberikan oleh Allah melewati Bunda Maria yang Terberkati.” 

5. St. Padre Pio: “Datanglah kepada Bunda Maria. Cintailah Dia! Selalu berdoalah Rosario. Berdoalah dengan baik. Ucapkanlah Rosario sesering mungkin! Jadilah jiwa-jiwa yang berdoa. Jangan pernah lelah berdoa, itulah yang esensial. Doa menggoyahkan Hati Allah, ia memperoleh rahmat-rahmat yang diperlukan!”

6. St. Josemaria Escriva: “Rosario suci adalah senjata yang ampuh. Gunakanlah dengan percaya diri dan kamu akan terkejut dengan hasilnya.”

7. St. Josemaria Escriva: “Ucapkan Rosario Suci. Berkatilah monotonnya Salam Maria yang membersihkan monotonnya dosa-dosamu!”

8. St. Josemaria Escriva: “Bagi mereka yang menggunakan kecerdasan dan studi mereka sebagai senjata, Rosario adalah yang paling efektif. Karena cara yang tampaknya monoton dalam memohon kepada Bunda Maria seperti anak-anak memohon kepada ibunya, dapat menghancurkan setiap benih kesombongan dan kebanggaan.” 

9. St. Josemaria Escriva: “Kamu selalu menunda Rosario untuk nanti, dan akhirnya tidak mengucapkannya sama sekali karena kamu mengantuk. Jika tidak ada waktu lain, ucapkanlah di jalan tanpa membiarkan orang lain menyadarinya. Hal itu juga akan membantu kamu untuk merasakan kehadiran Allah.” 

10. Paus Pius XI: “Rosario adalah senjata yang ampuh untuk mengusir setan dan menjaga diri dari dosa… Jika kamu menginginkan damai di hati, di rumah, dan di negaramu, berkumpullah setiap malam untuk mengucapkan Rosario. Jangan biarkan satu hari pun berlalu tanpa mengucapkannya, meskipun kamu terbebani dengan banyak kekhawatiran dan pekerjaan.” 

11. Uskup Agung Fulton Sheen: “Rosario adalah kitab bagi orang buta, di mana jiwa-jiwa melihat dan menyaksikan drama cinta terbesar yang pernah dikenal dunia; ia adalah kitab bagi orang sederhana, yang memperkenalkan mereka pada misteri dan pengetahuan yang lebih memuaskan daripada pendidikan orang lain; ia adalah kitab bagi orang tua, yang mata mereka tertutup pada bayangan dunia ini dan terbuka pada substansi dunia berikutnya. Kekuatan Rosario melampaui deskripsi.” 

12. Paus Leo XIII: “Rosario adalah bentuk doa yang paling unggul dan sarana yang paling efektif untuk mencapai kehidupan abadi. Ia adalah obat untuk semua kejahatan kita, akar dari semua berkat kita. Tidak ada cara berdoa yang lebih unggul.” 

13. Uskup Hugh Doyle: “Tidak ada yang dapat hidup terus-menerus dalam dosa dan terus mengucapkan Rosario: mereka akan berhenti berdosa atau berhenti mengucapkan Rosario”.

14. Suster Lucia dos Santos dari Fatima: “Bunda Maria yang Mahakudus pada zaman akhir ini telah memberikan keampuhan baru pada pengucapan Rosario sedemikian rupa sehingga tidak ada masalah, sekecil apa pun, baik temporal maupun terutama spiritual, dalam kehidupan pribadi masing-masing dari kita, dalam keluarga kita… yang tidak dapat diselesaikan oleh Rosario. Tidak ada masalah, saya katakan, seberapa pun sulitnya, yang tidak dapat kita selesaikan dengan doa Rosario Suci.”

15. Dom Columba Marmion, Kristus, Teladan Imam: “Ini adalah contoh untuk membantu Anda memahami keampuhan Rosario. Anda ingat kisah Daud yang mengalahkan Goliath. Langkah apa yang diambil pemuda Israel itu untuk mengalahkan raksasa? Dia memukulnya di tengah dahi dengan batu dari slingnya. Jika kita menganggap orang Filistin mewakili kejahatan dan segala kekuatannya: bid’ah, kekotoran, kesombongan, kita dapat menganggap batu-batu kecil dari sling yang mampu mengalahkan musuh sebagai simbol Aves Rosario.

“Cara-cara Allah sepenuhnya berbeda dari cara-cara kita. Bagi kita, sepertinya perlu menggunakan cara-cara yang kuat untuk menghasilkan efek yang besar. Ini bukan cara Allah; justru sebaliknya. Ia suka memilih alat-alat yang paling lemah agar Ia dapat mengalahkan yang kuat: ‘Allah memilih yang lemah di dunia untuk mempermalukan yang kuat — Infirma mundi elegit ut confundat fortia’ (1 Korintus 1:27).

“Bukankah kalian sering bertemu dengan wanita tua miskin yang paling setia dalam pengucapan Rosario yang saleh? Kalian juga harus melakukan segala upaya untuk mengucapkannya dengan penuh semangat. Berlututlah di kaki Yesus: hal yang baik adalah menjadikan diri kita kecil di hadapan Allah yang begitu besar.”

 

***

Food For Thought:  

Move on?

Saya barusan bercakap-cakap dengan seorang pemuda yang barusan diputus cintanya oleh pacar kesayangannya. Relasi pacarana mereka sudah dua tahun, tetapi harus berakhir lebih cepat karena orang tua pacarnya tidak menyetujui relasi mereka berdua. Hari gini masih ada tindakan orang tua seperti ini…  Memang orang tua pacarnya itu berpendapat bahwa status sosial mereka tidak sama. Maka tentu saja pemuda itu masih putus asa, merasa begitu rendah diri dan tak berdaya di hadapan mantan pacarnya, teman-temannya apalagi mereka suka membulinya dengan melabelnya sebagai ‘orang miskin’ yang cintanya kandas di tengah jalan. 

Setelah melewati situasi yang sulit ini, dia bertekad untuk berusaha move on dan mau membuktikan bahwa dia bisa memiliki masa depan yang lebih baik. Putus cinta adalah sebuah bentuk kegagalan dalam hidup dari seribu kegagalan yang lain. Memang sangat berat bagi seorang yang mengalami kegagalan semacam ini. Kalau saja orang itu tidak move on maka dia bukannya maju melainkan sedang mundur. Non progredi est regredi! Tidaklah maju melainkan mundur. Ini yang sering kita alamai dalam hidup ini.

Move on? 

Ya haruslah kita move on. Move on adalah sebuah proses bagi sesorang untuk berusaha melepaskan diri dari pengalaman atau sebuah relasi yang indah di masa lalu yang berakhir  menyakitkan supaya dapat menerima dirinya secara utuh. Pribadi itu harus berusaha untuk melanjutkan hidup dengan menerima kenyataan, belajar dari pengalaman tersebut, dan membuka diri untuk hal baru. Tentu saja hal ini bukan berarti orang itu melupakan sepenuhnya pengalaman menyakitkan itu, melainkan lebih kepada penerimaan, penyembuhan, dan pertumbuhan diri untuk bisa melangkah maju dari masa kini dan masa depan. Maka hal-hal yang penting untuk bisa move on adalah menerima diri dan kenyataan yang dialaminya, menyembuhkan perasaan atau emosinya yang sedang dihadapinya, mengingat bahwa pengalaman adalah guru kehidupan, menanam dan mengembangkan pikiran positif.

Kalimat ini sangat bermakna: “Terkadang sangatlah sulit untuk melangkah maju, namun begitu anda berusaha untuk melangkah maju maka anda akan menyadari bahwa  hal itu adalah sebuah keputusan terbaik yang pernah anda lakukan”.

Lalu?

Move on itu  penting dan harus. Anda gagal, saya gagal dan kita semua gagal. Itu adalah hal yang biasa sebagai guru kehidupan. Kita tidak harus berlama-lama di zona kegagalan. Masih ada masa depan, tidak ada yang suram tetapi cemerlang. Gantilah lensa kaca matamu supaya anda dapat melihat lebih jerni lagi tentang kehidupan ini. Move on dan move on!

P. John Laba, SDB 

Hari Kamis, Pekan Biasa ke-XXX

Rm. 8:31b-39

Mzm. 109:21-22,26-27,30-31

Luk. 13:31-35

 

Kita lebih dari Pemenang

 

Pada hari ini saya merasa terinspirasi oleh perkataan dua sosok inspiratif tentang penderitaan manusiawi kita. Sosok pertama adalah Charlie Chaplin. Beliau pernah berkata: “Penderitaanku mungkin menjadi alasan orang lain untuk tertawa. Namun tertawaku bukanlah karena penderitaan orang lain”. Saya mengingat videonya di masa lalu yang sangat menghibur dan penuh edukasi. Maka wajarlah ketika ia mengatakan bahwa penderitaannya membuat orang tertawa karena merasa lucu atau terhibur tetapi ketika ia tertawa bukan karena ia bermaksud untuk tertawa di atas penderitaan orang lain. Banyak di antara kita yang tidak demikian seperti Chaplin. Lebih banyak di antara kita yang suka tertawa di atas penderitaan orang lain.

 Sosok kedua adalah Mahatma Gandhi. Mahatma Gandhi pernah mengalami kekerasan verbal dari kaum apartheid. Apa reaksi yang ditunjukannya? Beliau berkata: “Cinta tidak pernah meminta, ia senantiasa memberi, cinta membawa penderitaan, tetapi tidak pernah berdendam, tak pernah membalas dendam. Di mana ada cinta, disitu ada kehidupan. Berbeda dengan kebencian yang membawa kepada kemusnahan." Cinta itu melampaui segalanya karena cinta dapat membawa penderitaan kepada kebahagiaan.

Perkataan kedua sosok inspiratif ini lalu membawa saya kepada sebuah pemikiran rohani bahwa segala penderitaan yang kita alami di dunia ini memang sungguh Kristiani dan kita dapat mengatasinya karena kita memang lebih dari pemenang. Santu Paulus dalam suratnya kepada jemaat di Roma (Rm 8:31-39) menekankan bahwa tidak ada sesuatu apapun yang dapat memisahkan kita sebagai orang beriman dari kasih Allah dalam Kristus Yesus. Bagi kita semua yang berada dalam Kristus, Allah ada di pihak kita, dan tidak ada yang dapat berhasil menuduh atau menghukum kita. Perikop yang indah ini sekaligus menekankan kepada kita sebagai pengikut Kristus bahwa kita lebih dari pemenang. Mengapa kita lebih dari pemenang? Karena kita ditebus oleh Tuhan Yesus Kristus. 

Hal yang meneguhkan kita semua adalah bahwa Tuhan Allah ada di pihak kita. Ia sendiri telah memberikan Anak-Nya Yang Tunggal (Yoh 3:16). Tidak ada yang dapat melawan kita yang percaya kepada-Nya. Santu Paulus menegaskan bahwa tidak ada sesuatu apapun yang dapat memisahkan kita dari kasih Allah. Kita tentu mengalami beraneka  pergumulan hidup seperti penderitaan, kesusahan, penganiayaan, atau kelaparan yang tentu saja selalu kita alami bersama. Ikatan dengan Kristus tidak akan terlepas. Dikatakan juga bahwa para Malaikat, penguasa, atau kuasa apapun atau dapat dikatakan kekuatan rohani dan kekuasaan duniawi tidak memiliki kuasa untuk memisahkan kita dari kasih Allah di dalam Tuhan Yesus Kristus. Kita adalah pemenang yang lebih dari sekadar pemenang saja karena kasih Allah dan kemenangan yang diberikan Kristus. Kita tidak dikalahkan tetapi menjadi pemenang melalui Kristus yang mengasihi kita. Sungguh luar biasa karena kita lebih dari pemenang.

Dalam bacaan Injil kita menemukan satu kata kunci yaitu penderitaan setelah sebelumnya kita akrab dengan kata ‛Pintu yang sempit’. Santu Lukas melaporkan bahwa Tuhan Yesus memang konsisten untuk melanjutkan misi-Nya, meskipun Ia menderita karena ada ancaman, Ia sempat meratapi Yerusalem karena penolakan Yerusalem terhadap para utusan Allah. Tuhan Yesus juga meramal kehancuran kota Yerusalam yang sungguh terjadi pada tahun 70 Masehi.

Mengapa Tuhan Yesus begitu teguh hati-Nya untuk siap menderita bagi kita? Sebagaimana kita dengar dalam bacaan pertama bahwa meskipun Ia diperingatkan bahwa Herodes ingin membunuh-Nya, Yesus tetap tak tergoyahkan. Ia dengan berani menyatakan bahwa Ia harus melanjutkan misi-Nya, yang akan berujung pada kematian-Nya di Yerusalem. Tuhan Yesus menerima penderitaan karena Belas kasih-Nya. Belas kasih-Nya penuh dengan kelembutan hati. Ia meratapi Yerusalem, membandingkan keinginan-Nya untuk mengumpulkan umat-Nya seperti ayam betina yang mengumpulkan anak-anaknya di bawah sayapnya. Ia mengungkapkan kerinduan untuk melindungi umat-Nya dari bahaya, bahkan bahaya yang mereka timbulkan sendiri dengan menolak-Nya. Belas kasih yang membuat kita semua menjadi lebih dari pemenang. Terima kasih Tuhan Yesus.

P. John Laba, SDB

 

Wednesday, October 29, 2025

Hari Rabu, Pekan Biasa ke-XXX

Rm. 8:26-30

Mzm. 13:4-5,6

Luk. 13:22-30

 

Anda mau memperoleh keselamatan?

 


Saya mengingat sebuah pertanyaan dari seorang pemuda kepada saya tentang cara memperoleh keselamatan dalam Tuhan Yesus Kristus. Saya langsung mengingat perikop injil Lukas yang kita dengar bersama pada hari ini (Luk 13:22-30). Dalam perikop ini Tuhan Yesus mengingatkan kita bahwa untuk memperoleh keselamatan sangatlah membutuhkan ketekunan dan komitmen yang kuat sepanjang hidup kita untuk dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah melalui pintu yang sempit dan membutuhkan waktu yang singkat. Pitu yang sempit dan waktu yang singkat bukanlah hal yang mudah! Tuhan Yesus juga mengatakan bahwa banyak orang beriman sendiri pada akhirnya ditolak untuk masuk ke dalam Kerajaan Allah karena relasi mereka dengan Yesus tidaklah tulus. Mereka hanya sekedar mengenal Yesus saja tetapi hati mereka jauh dari Tuhan. Mereka menyukai pintua yang luas bukan pintu yang sempit yang dikehendaki Yesus. Saya berusaha menjelaskan kepada pemuda itu dengan Bahasa yang sederhana dan dia menangkap ide tentang usaha dan pengurbanan diri untuk masuk ke dalam Kerajaan Allah.

 

Hal-hal yang menarik perhatian kita dalam perikop Injil hari ini adalah, Pertama, Kita harus berjuang untuk memperoleh keselamatan. Kata “berjuang” dalam Bahasa Yunani adalah agonizomai artinya usaha yang besar untuk memperoleh hasil yang memuaskan. Seorang petani harus berjuang pada musim hujan seperti saat ini untuk berhasil dalam bercocok tanam. Kedua, Kata ‘Pintu yang sempit’. Ini adalah sebuah metafora yang menunjukkan bahwa jalan menuju keselamatan tidaklah luas atau inklusif. Kita berusaha untuk melewati pintu yang sempit, sebuah pintu yang eksklusif dalam Yesus Kristus. Ketiga, waktu yang terbatas untuk melewati pintu yang sempit itu. Kesempatan untuk masuk ke dalam Kerajaan Allah memang terbuka bagi semua orang namun akan datang juga waktunya pintu ditutup, dan mereka yang ragu-ragu atau tidak siap akan ditinggalkan di luar. 

 

Keempat, Tuhan Yesus juga mengingatkan kita tentang saat penghakiman dan penolakan. Artnya bagi mereka yang ditolak akan diberitahu oleh Yesus, “Aku tidak tahu dari mana kamu datang”. Perkataan Yesus ini mengingatkann kita bahwa hubungan yang sejati dan mengenal-Nya lebih dalam lagi itu lebih penting bukan sekedar mengingat relasi bersamanya di masa lalu. Kelimat, Tuhan Yesus mengundang semua orang untuk memperoleh keselamatan. Ini adalah sebuah undangan universal. Jadi meskipun pintu itu sempit namun undangan diperuntukan bagi kepada semua orang dari segala latar belakang, “dari timur dan barat, utara dan selatan” yang menjawabi undangan ini dengan iman.

 

Santu Paulus dalam suratnya kepada jemaat di Roma di bacaan pertama, memberikan semangat kepada kita bahwa Roh Kudus Allah membantu kita sebagai umat beriman melalui kelemahan kita, dan bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk kebaikan kita yang mengasihi-Nya, pada akhirnya dapat menjamin masa depan yang mulia bagi kita yang telah direncanakan sejak semula. Tuhan Allah mengendalikan segalanya dan memiliki rencana keselamatan yang telah ditentukan sebelumnya bagi umat-Nya, yang Ia laksanakan dari panggilan awal hingga kemuliaan akhir.

 

Apa yang hendak Tuhan katakana kepada kita pada hari ini? 

 

Kita adalah pengikutu Kristus. Kita bangga menamakan diri sebagai orang Kristen artinya Kristus kecil di tengah dunia masa kini. Namun tidak cukup kita memiliki surat baptis, komuni pertama dan krisma saja. Kita harus masuk melalu pintu yang sempit supaya sungguh layak dan dikenal oleh Tuhan Yesus. Janaganlah kita takut karena Roh Kudus mendoakan kita maka keselamatan akan menjadi milik kita. Percayalah dan berkurbanlah untuk melewati pintu sempit itu.

 

P. John Laba, SDB

Monday, October 27, 2025

Kebiasaan Menilai Sesama


Apakah anda memiliki kebiasaan 'suka menilai sesama hingga lupa menilai diri sendiri? Hmm kita semua tidak luput dari kebiasaan ini, hingga titik jenuhnya adalah kita lupa bahwa itu adalah dosa yang harus kita akui dalam sakramen tobat.


Ketika kita menilai orang lain, apalagi penilaian negatif maka kita selalu lupa bahwa orang lain sedang menilai yang sama kepada kita. Mengapa? Karena tidak ada yang sempurna, tidak ada yang abadi.  Hal yang sama ketika kita menilai positif kehidupan orang lain maka  pada saat yang sama orang menilai kita. Mengapa? Karena kesempurnaan ada pada Tuhan. 


Mari kita pikirkan sepanjang hari ini. Berapa kali kita menilai sesama kita? Apa yang kita peroleh setelah menikai sesama? Ternyata hanya kepuasan semu sejenak. Selebihnya hanya ada perasaan malu (kalau masih ada) dan penyesalan yang datang kemudian. Sayang sekali kita tidak bisa menjilat air liur sendiri kecuali kalau kita tidak waras. 


Saya menemukan tulisan yang berbunyii:


"Jangan pernah menilaiku hanya berdasarkan apa yang anda dengar dari orang lain. Sebab cara berbicara orang-orang lain tentang aku yang anda dengar itu sama dengan cara mereka berbicara tentang anda sendiri"


Nah sekarang baca perlahan-lahan dan resapkankah. Selanjutnya apa yang anda rasakan? 


Berkat Tuhan bagi kita yang lemah ini.


P. John Laba, SDB

Sunday, October 26, 2025

Devosi St. Faustina kepada St. Yusuf



Ketika membuka Buku Harian Santa Faustina (BHSF) halaman mana pun, Anda akan menemukan permata rohani yang luhur dari Santa Faustina. Apakah Anda memiliki devosi kepada St. Yusuf? Bagaimana dengan santa Faustina? Tentu saja ia pasti memiliki devosi khusus kepada santu Yusuf. 

 

St. Faustina pernah menulis:

 

"St Yusuf mendorongku untuk berdevosi tetap kepadanya. Ia sendiri yang mengatakan kepadaku agar ketiga doa [Bapa Kami, Salam Maria, Kemuliaan] dan Memorare didaraskan satu kali setiap hari. St Yusuf memandangku dengan penuh kasih sayang dan memberitahukan kepadaku betapa ia mendukung karya ini [Devosi Kerahiman Ilahi]. Ia menjanjikan pertolongan dan perlindungannya yang khusus. Aku mendaraskan doa-doa itu setiap hari dan merasakan perlindungan istimewa darinya” (1203).

 

Dari Buku Harian Santa Faustina kita mengetahui bahwa St. Faustina sering mendengar langsung dari Yesus dan Bunda Maria. Namun, sepertinya kadang-kadang dia juga menerima kunjungan dari Santo Yusuf. Hal ini memang masuk akal, karena Santo Yusuf menghabiskan hidupnya di samping Yesus Kristus dan Bunda Maria dalam Keluarga Kudus di Nazaret. Dia adalah perantara paling kuat yang dapat kita jumpai, setelah Bunda Maria. Maka tentu saja Santa Faustina memohon bantuannya dan perlindungannya.

 

Ketika kita berdoa kepada Santo Yusuf, seperti yang dilakukan Santa Faustina, dia menjanjikan pertolongan dan perlindungan istimewa bagi  kita juga. Mengapa demikian? Alasannya Adalah bahwa tugas Santo Yusuf adalah melindungi Keluarga Kudus. 

 

Dalam surat apostoliknya Patris Corde, Paus Fransiskus menulis: 

 

"Setiap orang miskin, membutuhkan, menderita, atau sekarat, setiap orang asing, setiap narapidana, setiap orang sakit adalah “anak” yang terus dilindungi oleh Yusuf. Karena itu, Santo Yusuf dipanggil sebagai pelindung orang-orang malang, yang membutuhkan, para pengungsi, yang menderita, orang miskin, dan yang sekarat supaya mati dengan bahagia."

 

Santo Yusuf juga dikenal sebagai Pelindung Gereja Universal, Tiang Penopang Keluarga, Harapan Orang Sakit, Pelindung para Pekerja, dan penghalau Setan. Kitab Suci mengatakan bahwa Yesus “taat” kepada orang tuanya di bumi. Itulah sebabnya mengapa Bunda Maria dan Santo Yusuf adalah perantara yang sangat berkuasa di atas dunia ini. Yesus pasti mendengarkan mereka!

 

Beberapa tahun yang lalu Gereja merayakan "Tahun Santo Yusuf." Artinya, Gereja mengajak kita saat itu untuk lebih mengenal Santo Yusuf sepanjang tahun.  Apakah anda seorang devosan kepada Santu Yusuf? Nah, patutlah anda mempertimbangkan untuk mengkuduskan dirimu kepada Yesus melalui Santo Yusuf. Jadilah devosan yang tulus kepada santu Yusuf yang tulus hati.

 

Ada semacam Memorare santa Faustina kepada santu Yusuf. Memorare yang dimaksud adalah sebuah doa kepada St Yusuf yang biasa didaraskan setiap hari dalam komunitas religius di mana St Faustina tinggal:

 

"Ingatlah, ya suami Maria yang termurni, pelindungku yang terkasih, St Yosef, belum pernah terdengar bahwa seorang pun yang mohon perlindunganmu dan mohon pertolonganmu dibiarkan seorang diri tanpa penghiburan.

 

Terdorong oleh keyakinan ini, aku datang kepadamu, dan dengan segala hasrat hatiku, aku mempercayakan diriku kepadamu. Janganlah menolak doaku, ya Bapa Asuh Juruselamat kami, melainkan dengan penuh belas kasih dengarkanlah dan jawablah doaku. Amin."

 

Kalau anda sudah rajin Koronka maka rajinlah mendekatkan dirimu kepada Santo Yusuf melalui santa Faustina.

 

PJ-SDB