Monday, October 27, 2025

Kebiasaan Menilai Sesama


Apakah anda memiliki kebiasaan 'suka menilai sesama hingga lupa menilai diri sendiri? Hmm kita semua tidak luput dari kebiasaan ini, hingga titik jenuhnya adalah kita lupa bahwa itu adalah dosa yang harus kita akui dalam sakramen tobat.


Ketika kita menilai orang lain, apalagi penilaian negatif maka kita selalu lupa bahwa orang lain sedang menilai yang sama kepada kita. Mengapa? Karena tidak ada yang sempurna, tidak ada yang abadi.  Hal yang sama ketika kita menilai positif kehidupan orang lain maka  pada saat yang sama orang menilai kita. Mengapa? Karena kesempurnaan ada pada Tuhan. 


Mari kita pikirkan sepanjang hari ini. Berapa kali kita menilai sesama kita? Apa yang kita peroleh setelah menikai sesama? Ternyata hanya kepuasan semu sejenak. Selebihnya hanya ada perasaan malu (kalau masih ada) dan penyesalan yang datang kemudian. Sayang sekali kita tidak bisa menjilat air liur sendiri kecuali kalau kita tidak waras. 


Saya menemukan tulisan yang berbunyii:


"Jangan pernah menilaiku hanya berdasarkan apa yang anda dengar dari orang lain. Sebab cara berbicara orang-orang lain tentang aku yang anda dengar itu sama dengan cara mereka berbicara tentang anda sendiri"


Nah sekarang baca perlahan-lahan dan resapkankah. Selanjutnya apa yang anda rasakan? 


Berkat Tuhan bagi kita yang lemah ini.


P. John Laba, SDB

No comments:

Post a Comment