Saturday, September 5, 2026

Kutipan Perkataan St. Theresia dari Kalkuta

 

Kutipan dari Bunda Teresa dari Kalkuta

 

1.     

 “Jika anda menghakimi orang lain, anda tidak akan memiliki waktu untuk mencintai mereka.”

2.      “Tidak semua dari kita bisa melakukan hal-hal besar. Namun, kita bisa melakukan hal-hal kecil dengan cinta yang besar.”

3.   “Kedamaian dimulai dengan sebuah senyuman..”

4.      “Saya tidak tahu persis seperti apa surga itu, namun saya tahu bahwa ketika kita meninggal dunia dan tiba saatnya Tuhan menghakimi kita, Dia tidak akan bertanya, ‘Berapa banyak perbuatan baik yang telah anda lakukan dalam hidupmu?’ melainkan Dia akan bertanya, ‘Seberapa besar cinta yang anda curahkan dalam apa yang anda lakukan?’”

5.      “Kemarin telah berlalu. Besok belum tiba. Kita hanya memiliki hari ini. Mari kita mulai.”

6.      “Setiap kali anda tersenyum kepada seseorang, itu adalah tindakan kasih, sebuah hadiah bagi orang tersebut, sesuatu yang indah.”

7.      “Jangan berpikir bahwa cinta, agar tulus, haruslah luar biasa. Yang kita butuhkan adalah mencintai tanpa lelah. Setialah dalam hal-hal kecil karena di situlah letak kekuatanmu.”

8.      “Kata-kata yang baik bisa singkat dan mudah diucapkan, tetapi gaungnya sungguh tak berujung.”

9.      “Kemiskinan yang paling mengerikan adalah kesepian, dan perasaan tidak dicintai.”

10. “Jangan biarkan siapa pun datang kepadamu tanpa pergi dengan menjadi lebih baik dan lebih bahagia. Jadilah perwujudan kasih Tuhan yang hidup: kebaikan di wajahmu, kebaikan di matamu, kebaikan dalam senyummu.”

11. “Jika kita tidak memiliki kedamaian, itu karena kita telah lupa bahwa kita saling memiliki.”

12. “Apa yang bisa anda lakukan untuk mempromosikan perdamaian dunia? Pulanglah dan cintailah keluargamu.”

13. “Bukan seberapa banyak yang kita berikan, melainkan seberapa banyak cinta yang kita tuangkan dalam pemberian itu.”

14. “Di akhir hidup, kita tidak akan dihakimi berdasarkan berapa banyak ijazah yang kita peroleh, berapa banyak uang yang kita hasilkan, atau berapa banyak hal hebat yang telah kita lakukan.

15. Kita akan dihakimi berdasarkan: ‘Aku lapar, dan kamu memberi aku makan; aku telanjang, dan kamu memberi aku pakaian; aku tak punya tempat tinggal, dan kamu menampungku.’”

16. “Aku sendiri tidak bisa mengubah dunia, tetapi aku bisa melemparkan batu ke atas air untuk menciptakan banyak riak.”

17. “Tuhan tidak menuntut kita untuk berhasil, Dia hanya menuntut agar kita berusaha.”

18. “Penyakit terbesar di Barat saat ini bukanlah TBC atau kusta; melainkan merasa tidak diinginkan, tidak dicintai, dan tidak diperhatikan. Kita bisa menyembuhkan penyakit fisik dengan obat-obatan, tetapi satu-satunya obat untuk kesepian, keputusasaan, dan ketidakberdayaan adalah cinta. Ada banyak orang di dunia ini yang sekarat karena sepotong roti, tetapi ada lebih banyak lagi yang sekarat karena sedikit cinta. Kemiskinan di Barat adalah jenis kemiskinan yang berbeda — bukan hanya kemiskinan akibat kesepian, tetapi juga kemiskinan spiritual. Ada rasa lapar akan cinta, sebagaimana ada rasa lapar akan Tuhan.”

19. “Inilah beberapa cara yang dapat kita lakukan untuk mempraktikkan kerendahan hati:

·       Sebisa mungkin tidak banyak berbicara tentang diri sendiri.

·       Mengurus urusan sendiri.

·       Tidak ingin mengatur urusan orang lain.

·       Menghindari rasa ingin tahu.

·       Menerima kritik dan koreksi dengan lapang dada.

·       Mengabaikan kesalahan orang lain.

·       Menerima hinaan dan perlakuan yang menyakitkan.

·       Menerima jika diremehkan, dilupakan, dan tidak disukai.

·       Menjadi baik dan lembut bahkan saat dipancing.

·       Jangan pernah mengutamakan harga diri sendiri.

·       Selalu memilih yang paling sulit.”

 

20. “Rasa lapar akan cinta jauh lebih sulit dihilangkan daripada rasa lapar akan roti.”

21. “Jangan pernah bepergian lebih cepat daripada kecepatan terbang malaikat pelindungmu.”

22. “Hidup sederhana agar orang lain pun dapat hidup dengan sederhana.”

23. “Doa bukanlah meminta. Doa adalah menyerahkan diri kepada Tuhan, berada di bawah kehendak-Nya, dan mendengarkan suara-Nya di kedalaman hati kita.”

24. “Aku adalah sebatang pensil kecil di tangan Tuhan yang sedang menulis, yang sedang mengirimkan surat cinta kepada dunia.”

25. “Jika anda rendah hati, tak ada yang akan menggoyahkanmu, baik pujian maupun celaan, karena anda tahu siapa dirimu.”

26. “Kita tahu betul bahwa apa yang kita lakukan hanyalah setetes air di lautan. Namun, jika tetesan itu tidak ada, lautan akan kehilangan sesuatu.”

27. “Jalan yang Sederhana

·       Keheningan adalah Doa

·       Doa adalah Iman

·       Iman adalah Cinta

·       Cinta adalah Pengabdian

·       Hasil dari Pengabdian adalah Kedamaian”

 

28. “Aku bisa melakukan hal-hal yang tidak bisa anda lakukan, anda bisa melakukan hal-hal yang tidak bisa aku lakukan; bersama-sama kita bisa melakukan hal-hal besar.”

29. “Tuhan menciptakan dunia untuk kesenangan manusia—seandainya kita bisa melihat kebaikan-Nya di mana-mana, kepedulian-Nya terhadap kita, kepedulian-Nya terhadap kebutuhan kita: panggilan telepon yang kita tunggu-tunggu, tumpangan yang ditawarkan kepada kita, surat di kotak surat, hal-hal kecil yang Dia lakukan untuk kita sepanjang hari. Saat kita mengingat dan menyadari kasih-Nya kepada kita, kita mulai jatuh cinta kepada-Nya karena Dia begitu sibuk dengan kita—kamu tidak bisa menolak-Nya. Aku percaya tidak ada yang namanya keberuntungan dalam hidup, itu adalah kasih Tuhan, itu milik-Nya.”

30. “Jangan menunggu para pemimpin; lakukanlah sendiri, dari orang ke orang.”

31. “Sebuah pengorbanan yang sejati harus mengorbankan sesuatu, harus menyakitkan, dan harus mengosongkan diri kita. Serahkan dirimu sepenuhnya kepada Tuhan. Dia akan menggunakanmu untuk mencapai hal-hal besar dengan syarat bahwa kamu lebih percaya pada kasih-Nya daripada pada kelemahanmu.”

No comments:

Post a Comment