Hari Selasa, Pekan Biasa ke-XXIIIA
1Kor 2:10b-16
Mzm 145: 8-9.10-11.12-13ab.13cd-14
Luk 4:31-37
Semakin terpesona pada-Nya
Di antara para peserta rekoleksi, ada seorang anak muda yang ,erupakan baptisan baru. Dia memberi kesaksian yang menakjubkan. Dia berasal dari keluarga non katolik. Keluarganya adalah pemuka agama terkenal di kampungnya, amat disegani karena sangat religius. Pakaian religinya dikenakan, kepalanya selalu ditutupi dengan hijab. Namun demikian hatinya selalu terombang-ambing ketika melewati Gereja yang sangat berdekatan dengan sekolah Katolik di mana ia juga belajar di situ. Kata-kata Yesus yang menakjubkannya adalah: "Marilah keada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberikan kelegaan kepadamu" (Mat 11:28). Kalimat ini diulangi oleh seorang sahabatnya yang sebetulnya sedang menghafalnya untuk ujian agama. Namun kata-kata berupa ajakan Tuhan ini sangat membuat dia terombang-ambing hingga takjub pada Yesus. Inilah perjumpaannya yang pertama dengan Yesus, dengan ajakan yang membuatnya menjadi pengikut Kristus saat ini. Senuah pengalaman yang sederhana dan sangat bermakna karena ketakjubannya dengan Yesus.
Penginjil Lukas bercerita bahwa Tuhan Yesus barusan pulang kampung yakni ke Nazaret. Pada mulanya orang begitus terpesona dan takjub kepada Yesus, namun pada akhirnya mereka kecewa dan menolak Yesus. karena mereka hanya mengenal Yesus sebagai Yesus saja. Hal ini ternyata berbeda dengan orang muda yang pernah berhijab ini. Dia memulai dengan penolakan namun akhirnya menerima Yesus sebagai Tuhan dan Penyelamatnya. Tuhan Yesus tidak melakulkan mukjizat berati di Nazaret kecuali meletakkan tangan atas beberapa orang yang masih percaya kepada-Nya.
Tuhan Yesus selanjutnya dikabarkan kembali ke markas-Nya di Kapernaum. Ia seperti biasa mengajar di dalam Sinagoga pada hari Sabat. Seperti biasa banyak orang menjadi takjub, terpesona dengan setiap ajaran-Nya karena Ia mengajar mereka dengan penuh kuasa dan wibawa, tidak seperti para rabi atau guru-guru mereka. Apalagi Dia mengajar pada hari Sabat di mana orang-orang Yahudi berkumpul untuk berdoa, mendengar dan merenungkan Sabda Tuhan bersa-sama. Tuhan Yesus tidak hanya mengajar. Ia juga menyembuhkan orang-orang sakit dan mengusir setan-setan yang merasuki banyak orang saat itu. Orang yang kerasukan setan itu berteriak: "Hai Engkau, Yesus orang Nazaret, apa urusan-Mu dengan kami? Engkau datang hendak membinasakan kami? Aku tahu siapakah Engkau: Engkaulah yang kudus dari Allah" Lihatlah bawa setan saja takjub, terpesona dan takluk kepada Yesus. Tuhan Yesus menunjukkan kuasa-Nya dengan menghardik setan itu sehinna keluarlah dia dari orang dirasukinya. Ada mujizat penyembuhan yang luar biasa.
Kisah ketakjuban orang-orang pada zaman Yesus, menjadi ketakjuban anak muda yang akhirnya mengambil keputusan untuk mengikuti Yesus. Anak muda yang sekarang menjadi aktivis orang muda katolik seakan hendak mengatakan kepada anda dan saya: "Kami percaya, tetapi bukan lagi karena apa yang kau katakan, sebab kami sendiri telah mendengar Dia dan kami tahu, bahwa Dialah benar-benar Juru Selamat dunia" (Yoh 4:42). Jadi bukanlah kita, anda dan saya tetapi Tuhanlah yang menunjukkan diri-Nya melalui karya dan pelayanan kita. Kristus vivid. Kristus sungguh hidup, mengubah anda dan saya, mengubah orang jahat menjadi orang baik.
Apa yang harus kita lakukan supaya kita tetap takjub dan orang-orang lain juga merasa takjub dengan Yesus yang kita perkenalkan? Kita perlu berubah dan perubahan atau transformasi diri kita juga mengubah kehidupan sesama di sekitar kita. Santo Paulus berkata: "Manusia duniawi tidak menerima apa yang berasal dari Roh Allah, manusia rohani menilai segala sesuatu" (1Kor 2:14). Roh Allah, bagi santo Paulus adalah Dia yang menyelidiki segala sesuatu, bahkan hal-hal yang tersembunyi di dalam diri Allah. Roh Kudus inilah yang membantu kita untuk selalu takjub dengan Tuhan Yesus Kristus sendiri. Menjadi pertanyaan bagi kita adalah apakah anda dan saya masih takjub kepada Yesus? Apa yang anda lakukan ketika ketakjubanmu mulai luntur? Bersama Tuhan, anda pasti bisa berubah dan semakin terpesona dengan Yesus.
P. John Laba, SDB
No comments:
Post a Comment