Friday, March 22, 2013

Renungan 22 Maret 2013

Hari Jumat, Pekan Prapaskah V
Yer 20: 10-13
Mzm 18:2-3a.3bc-7
Yoh 10:31-42

Apakah Yesus menghujat Allah?

Hari ini kita berjumpa dengan dua toko penting dalam Kitab Suci yaitu nabi Yeremia dan Tuhan Yesus Kristus. Kedua-duanya sama-sama mengalami ancaman untuk dianiaya oleh orang-orang yang ada di dekat mereka.

Yeremia memberi kesaksian dalam bacaan pertama. Ada orang yang berbisik: “Kegentaran datang dari segala jurusan! Adukan dia! Mari kita mengadukan dia!” Para sahabat juga mengintai apakah ia tersandung dan jatuh. Mereka malahan berkata: “Barangkali ia membiarkan dirinya dibujuk, sehingga kita dapat mengalahkan dia dan dapat melakukan pembalasan terhadap dia”.Yeremia dianiaya bukan oleh orang-orang yang jauh darinya tetapi dari setiap orang yang selalu bersama dan mendengar dia. Orang-orang yang relasinya jauh mau mengadukannya. Orang-orang yang selama itu bersahabat justru mengintai apakah ia bisa tersandung dan jatuh. Pengalaman Yeremia juga menjadi pengalaman banyak orang dari antara kita. Banyak kali kita mengandalkan orang-orang tertentu di sekitar kita dan berpikir bahwa merekalah yang dapat menolong kita dengan tulus padahal bukan demikian. Ada juga yang justru memanfaatkan kebaikan kita untuk tujuan yang tidak baik.Kebaikan dibalas dengan kejahatan. Ada juga yang membantu dengan tulus hati.

Perhatikan sebuah contoh ini: Ada seorang ibu yang suka menolong sesama. Dia seorang  janda yang sudah berumur. Banyak waktu dari hidupnya ia pakai untuk melayani sesama tanpa pamrih. Hal ini sudah dia lakukan bertahun-tahun dan ia lebih banyak berkorban untuk kebaikan orang dalam lingkungannya. Tetapi apa yang terjadi? Apakah ada orang yang melihat perbuatan baiknya? Ternyata hanya sebagian kecil orang yang mengingat kebaikan dan pengorbanannya sehingga mereka berterima kasih. Lebih banyak yang mencemooh dan menggosipinya dengan para bapa di dalam lingkungan. Orang sulit melihat perbuatan baik, lebih mudah menganiaya sesama secara verbal.

Dalam suasana yang sulit bagi Yeremia, apa yang dapat ia lakukan? Ternyata Yeremia tidak putus harapan. Ia selalu mengandalkan Tuhan. Prinsip Yeremia mirip dengan prinsip sang pemazmur: “Ketika aku dalam kesesakan, aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengar suaraku”. Tuhan benar-benar menolong pada saat yang tepat. Para musuh Yeremia tersandung jatuh dan tidak punya kuasa apa-apa. Tuhan memang hebat. Ia menguji orang benar dengan melihat batinnya. Hal yang terpenting adalah kepasrahan kepada Tuhan. Orang berserah diri ke dalam tangan Tuhan dan membiarkan Tuhan berkarya di dalam dirinya. Pengalaman Yeremia ini sangat menakjubkan. Ia bertahan dalam cobaan karena ia percaya kepada Tuhan.  

Yesus dalam bacaan injil hari ini membantu kita untuk memahami pengalaman keras dalam hidup. Ia berusaha menjelaskan identitasNya kepada orang-orang Yahudi melalui pekerjaan-pekerjaan Bapa yakni mukjizat melalui perkataan atau firmanNya, namun mereka juga belum percaya. Mereka justru mau melempariNya dengan batu. Mengapa orang-orang Yahudi mau melempariNya dengan batu? Karena mereka beranggapan bahwa Ia telah menghujat Allah. Bagi mereka, Yesus menghujat Allah dengan cara menyamakan diriNya dengan Allah padahal Dia hanya seorang manusia biasa.

Selanjutnya, Yesus meminta mereka untuk percaya kepadaNya karena Ia juga melakukan pekerjaan-pekerjaan Bapa. Namun apabila mereka juga tidak percaya kepada Yesus, maka sekurang-kurangnya mereka percaya kepada pekerjaan-pekerjaan yang sudah Ia lakukan. Dengan percaya pada pekerjaan-pekerjaan itu, dengan sendirinya mereka akan percaya kepadaNya karena Bapa ada di dalam Dia dan Dia juga ada di dalam Bapa. Pada waktu itu orang mau menangkap Dia tetap Ia menghilang ke seberang sungai Yordan. Di sana Ia mengajar dan banyak orang juga percaya kepadaNya.

Tuduhan bagi Yesus adalah Ia menghujat Allah. Apakah benar demikian tuduhan mereka?Yesus sendiri adalah Putera Allah tetapi orang-orang sezamanNya tidak mengenal Dia. Dia berada di pihak yang benar sebagai Putera Allah tetapi orang-orang yang tidak mengenalNya mengatakan bahwa Ia menghujat Allah. Konsekuensi menghujat Allah adalah dimatikan dengan cara melempariNya dengan batu hingga tewas. Apakah benar Yesus menghujat Allah? Tidak benar! Yesus adalah Putera Allah dan Dia berkomunikasi dengan Bapa sebagai Putera. Bapa, Putera dan Roh Kudus adalah satu kesatuan. Ini yang belum dipahami oleh banyak orang, bahkan hingga saat ini.

Sabda Tuhan pada hari ini mengajak kita untuk selalu mengandalkan Tuhan manakala kita mengalami penderitaan dan kemalangan. Yeremia percaya bahwa Tuhan menyertainya dan Ia akan luput dari para musuh. Harapan Yeremia dapatlah menjadi harapan Gereja saat ini  untuk berkembang. Apa pun tantangannya, jangan pernah mundur. Tidak ada sesuatu apa pun yang dapat memisahkan kita dari kasih Kristus. Yeremia dan Yesus sama-sama menginspirasikan kita untuk maju dengan berani karena Tuhan menyertai kita.

Doa: Tuhan, semoga pada hari ini kami dapat bertahan di dalam penderitaan dan kemalangan, dan dijauhkan dari mara bahaya.

PJSDB

No comments:

Post a Comment