Monday, December 23, 2013

Homili 23 Desember 2013

Hari Senin 23 Desember 2013
Mal 3:1-4.4:5-6
Mzm 25:4b-5b.8-9.10.14
Luk 1:57-66

Pekerjaan Sang Utusan


Dalam budaya tertentu, untuk melakukan kegiatan bersama antar keluarga atau suku bahkan daerah yang lebih luas maka diperlukan juru bicara tertentu. Biasanya juru bicara itu mengerti dengan baik adat istiadatnya sendiri dan suku atau daerah lain. Juru bicara juga bisa berbahasa adat, berupa pantun tertentu. Dari cara balas membalas pantun akan membantu memperlancar pembicaraan bersama. Misalnya ketika melamar seorang wanita untuk menikah maka perlu juru bicara dari pihak pria yang mengerti adat istiadat setempat. Di pihak wanita, mereka juga memiliki juru bicara tertentu. Oleh karena itu semua urusan menyangkut adat istiadat tentang perkawinan dibicarakan oleh para juru bicara. Juru biacara juga mengetahui keadaan ekonomi keluarga pria atau wanita sehingga mereka juga bisa menganjurkan hal-hal tertentu yang  berguna bagi kebaikan bersama.

Tuhan juga menggunakan juru biacara tertentu untuk mempersiapkan manusia sehingga layak menerima kedatangan Tuhan. Para nabi adalah pribadi-pribadi pilihan Tuhan yang siap untuk berbicara atau bernubuat dalam nama Tuhan. Di dalam Kitab Suci kita mengenal nabi-nabi besar dan nabi-nabi kecil. Tentu saja klasifikasi seperti ini berdasarkan peran mereka dalam mewartakan kasih Allah kepada umatNya. Pada hari ini kita mendengar kisa dua juru bicara penting yang menyiapkan kedatangan Mesias. Maleakhi dalam bukunya menulis nubuat dai Tuhan: “Lihatlah, Aku menyuruh utusanKu supaya ia mempersiapkan jalan di hadapanKu!” Mengapa Tuhan harus mengirim utusanNya terlebih dahulu? Karena Tuhan menghendaki supaya orang dapat siap menerima dan memandangNya. Maleakhi mengatakan bahwa dengan mendadak Tuhan akan masuk ke baitNya. Ia sungguh datang dan kedatangannya pun menakutkan. Laksana api tukang pemurni logam dan seperti sabun tukang penatu. Ia akan duduk seperti tukang pemurni perak, ia akan mentahirkan orang Lewi, menyucikan mereka seperti emas dari perak sehingga mereka dapat menjadi orang yang layak di hadapan Allah.

Siapakah yang dimakduskan oleh Maleakhi sebegai utusan Tuhan? Dialah nabi Elia. Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku akan mengutus nabi Elia kepadamu menjelang datangnya hari Tuhan yang besar dan dashyat. Dia akan membuat hati para bapak berbalik kepada anak-anaknya dan hati anak-anak kepada bapaknya supaya jangan Aku datang untuk memukul bumi sehingga musnah”. Nabi Elia memang pribadi yang istimewa bagi Tuhan. Dia diangkat ke Surga oleh Tuhan dan akan menjadi utusan Tuhan untuk mempersiapkan umatNya menanti kedatangan hari Tuhan. Hingga zaman Yesus, orang-orang masih menunggu kedatangan Elia yang mendahului sang Mesias.

Sebenarnya kehadiran Elia ada di dalam diri Yohanes Pembaptis. Yesus sendiri menganggap Yohanes menyerupai Elia yang menyiapkan kedatanganNya sebagai Mesias (Mat 11: 13-14). Hanya saja orang-orang pada zaman itu menutup hatinya untuk menerima kehadiran Yohanes. Yohanes sendiri akhirnya wafat sebagai martir karena memperjuangkan kebenaran dan keadilan. Hal yang sama akan terjadi juga di dalam diri Yesus Kristus sendiri. Ia akan menderita sengsara dan wafat di kayu salib.

Kita semua dipanggil untuk menjadi utusan atau juru bicara dari Tuhan. Kita butuh semangat dari Elia dan Yohanes Pembaptis untuk menyiapkan jalan bagi Tuhan. Kiranya hidup dan karya kita juga membuat Tuhan semakin dikenal dan dimuliakan di atas bumi ini.

Doa: Tuhan, bantulah kami supaya pada hari ini bisa menjadi pembawa kasihMu bagi sesama. Amen.


PJSDB

No comments:

Post a Comment