Friday, November 30, 2012

Renungan 30 November 2012

St. Andreas, Rasul
Hari Jumat, Pekan Biasa XXXIV
Rom 10:9-18
Mzm 19:2-3.4-5
Mat 4:18-22
Andreas, sang Nelayan Manusia

Hari ini bersama seluruh Gereja Katolik, kita merayakan pesta Rasul Andreas. Andreas adalah salah seorang Rasul Yesus. Pada mulanya ia menjadi murid Yohanes Pembaptis tetapi kemudian bersama kawannya ia meninggalkan Yohanes Pembaptis dan mengikuti Yesus. Yohanes Pembaptis saat itu menyebut Yesus sebagai “Anak Domba Allah” (Yoh 1:36-42). Andreas adalah saudara Simon Petrus. Ia lahir di Betzaida,sebuah kota di tepi danau genezaret (Mrk 6:45; Yoh 1:44 dan 12:21). Ayahnya bernama  Yohanes, seorang nelayan di Kapernaum. Andreas membawa Simon saudaranya kepada Yesus. Simon kemudian diubah namanya oleh Yesus menjadi Petrus atau si Batu Karang. Kakak beradik kemudian berjumpah dengan dua  teman yang lain yakni  Yakobus dan Yohanes, anak-anak Zebedeus.

Andreas memegang peran penting dalam beberapa momen kehidupan Yesus. Dia memberitahu Yesus bahwa ada anak yang membawa lima roti dan dua ikan (Yoh 6:5-9) sehingga Yesus memperbanyak roti dan ikan. Dia juga yang mempertanyakan kapan akan terjadi akhir zaman (Mrk 13:3-4). Setelah Yesus wafat Andreas yang dipenuhi Roh Kudus mewartakan Injil di Scytia dan Yunani.  Ia wafat di Acaia dan digantung di salib berbentuk X (silang). Selama dua hari ia digantung dalam posisi demikian tetapi ia tetap berkotbah sampai wafat. Kita mengenal satu bentuk salib yang berbentuk silang dan orang menyebutnya salib St. Andreas.

Bacaan-bacaan Suci pada hari Pesta St. Andreas ini melukiskan seluruh hidupnya. Kisah dimulai dengan perjalanan Yesus di pantai danau Galilea. Yesus melihat Simon dan Andreas, memanggil mereka: “Mari ikutlah Aku dan kamu akan Kujadikan penjala manusia manusia”. Mereka pun segera meninggalkan jalanya lalu mengikuti Yesus. Hal yang menarik perhatian kita adalah sikap Yesus. Ia punya inisiatif pertama, keluar dan berjalan dalam lorong kehidupan manusia. Ia menjumpai, menjemput dan menjadikan mereka sebagai penjala manusia. Para Rasul terpilih seperti Andreas memiliki sikap yang terbuka pada Yesus. Mereka mendengar ajakan Yesus, dan segera meninggalkan segala-galanya untuk mengikuti Yesus.

Saya teringat akan satu episode kehidupan St. Yohanes Bosco. Ketika masih berusia 15 tahun, ia sudah punya pemikiran untuk menjadi seorang imam. Pada saat itu Yohanes Melkhior Bosco melihat imam-imam yang baik tetapi hanya dalam pelayanan sebagai imam. Mereka jarang bahkan tidak pernah keluar dari pastoran untuk berjalan dalam lorong kehidupan umat dan menyapa mereka. Maka Yohanes berangan-angan, “Kalau nanti menjadi imam, saya tidak akan seperti mereka. Saya akan berjalan dalam lorong-lorong dan memanggil orang-orang muda untuk tinggal bersamaku”. Yohanes mewujudkan cita-citanya ini ketika menjadi imam bagi kaum muda.

Yesus memang sangat inspiratif bagi banyak orang yang mau memenangkan jiwa-jiwa. Orang harus keluar dari dirinya untuk bisa memenangkan jiwa-jiwa seperti yang dilakukan Yesus terhadap para muridNya. Para orang tua hendaknya keluar dari dirinya untuk mengenal dan mencintai anak-anaknya. Para pendidik juga demikian, keluar dari dirinya untuk berjumpa dengan para peserta didiknya. Yesus menginspirasikan kita untuk melakukan pendekatan pertama. Andreas melakukan itu dalam peristiwa Tabgha dimana Yesus memperbanyak roti dan ikan. Apakah kita bisa membudayakan first approach kepada sesama?

Namun demikian keterbukaan hati pada Allah juga sangat penting. Itu adalah jawaban pasti dari seorang rasul. Andreas segera meninggalkan segalanya dan mengikuti Yesus. Meninggalkan dan mengikuti adalah pengorbanan diri. Menjadi penjala manusia berarti menjalani misi Yesus bukan hanya sebatas tugas rohani saja tetapi juga tugas jasmani. Artinya orang tidak hanya kaya secara rohani tetapi juga secara jasmani. Orang dapat membuat tanda salib dan perutnya juga kenyang. Ini adalah makna menjadi penjala manusia.

Paulus dalam bacaan pertama mengkonkretkan makna menjala manusia. Tugas para penjala manusia adalah meyakinkan orang lain dengan hidupnya yang konkret bahwa Yesus adalah Tuhan dan bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati. Dengan hati orang percaya dan dibenarkan dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan.

Sabda Tuhan hari ini sangat meneguhkan kita semua. Kita  juga dipanggil menjadi penjala manusia. Mari kita menyerupai Yesus, yang keluar dari diri sendiri untuk menyelamatkan sesama kita. Mari kita wartakan dan membiarkan banyak orang mendengar bahwa Yesus adalah Tuhan dan Ia juga mengalahkan maut dengan kebangkitanNya. Dengan mendengar mereka akan percaya bahwa Yesus adalah satu-satunya Tuhan  dan juru selamat kita.

Doa: Ya santo Andreas, doakanlah kami. Amen

PJSDB

No comments:

Post a Comment

Post a Comment