Tuesday, October 2, 2012

Renungan 2 Oktober 2012

Peringatan Para Malaikat Pelindung
Kel 23:20-23a
Mzm 91:1-2.3-4.5-6.10-11
Mat 18: 1-5.10

Malaikat Tuhan melindungimu!

Hari ini seluruh Gereja katolik merayakan peringatan para Malaikat Pelindung. Penghormatan kepada para malaikat pelindung dalam gereja katolik, sebelumnya dilakukan bersama-sama dengan pesta St. Mikhael, Malaikat Agung. Sejak abad ke XVI banyak keuskupan merayakannya sebagai pesta di tingkat gereja lokal. Secara resmi peringatan para malaikat pelindung ini masuk dalam kalender liturgi katolik sejak tahun 1615. Setiap orang memiliki malaikat pelindung. Ia bertugas melindungi, membimbing dan mempersembahkan doa dan karya-karya kepada Allah. Kita pun menghormati malaikat pelindung karena dia merupakan sahabat yang ditugaskan Allah bagi kita sebagai pendamping. 

Di dalam Kitab Suci, malaikat merupakan suruhan Tuhan untuk menjaga umatNya. Dalam Bacaan pertama dari Kitab Keluaran kita baca: “Sesungguhnya Aku mengutus seorang malaikat berjalan di depanmu, untuk melindungi engkau di jalan dan untuk membawa engkau ke tempat yang telah kusediakan. Jagalah dirimu di hadapannya dan dengarkanlah perkataannya, janganlah engkau mendurhaka kepadanya, sebab pelanggaranmu tidak akan diampuninya sebab namaKu ada di dalam dia... (Kel 20:20-23). Satu ajakan yang istimewa di sini adalah ketaatan kepada Tuhan dan perintah-perintahNya. Tuhan sendiri yang mengirim utusanNya dan mengantar kita kepadaNya. Maka mengapa harus takut di dalam hidup? Dalam Kitab Mazmur juga dikatakan bahwa, “Malaikat-malaikat Tuhan akan diperintahkanNya kepadamu untuk menjaga engkau di segala jalanmu” (Mzm 90:11). 

Yesus sendiri dalam bacaan Injil hari ini mengatakan, “Ingatlah, jangan menganggap rendah seorang dari anak-anak kecil ini. Aku berkata kepadamu, ada malaikat mereka di sorga yang selalu memandang wajah BapaKu yang di sorga” (Mat 18:10). “Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaanNya dan semua malaikat bersama-sama dengan Dia maka Ia akan bersemayam di atas takhta kemuliaanNya.” (Mat 25:31). Lukas dalam Kisah Para Rasul menceritakan tentang keterlibatan Malaikat Tuhan dalam melepaskan para rasul di penjara (Kis 5:17-20), melepaskan Petrus (Kis 12:7), dalam penglihatan Kornelius (Kis 10:3-5). Penulis Wahyu melukiskan bagaimana Malaikat mendupai Anak domba (Why 8:3-4).

Para Bapa Gereja seperti Santo Basilius Agung mengatakan bahwa setiap orang beriman memiliki seorang malaikat sebagai pelindung dan gembala di sampingnya untuk menuntun dia kepada kehidupan. Dalam Katekismus Gereja Katolik dikatakan bahwa para malaikat dan manusia merupakan ciptaan berakal budi dan bebas, mereka harus menyongsong tujuan akhir mereka sebagai sebuah pilihan bebas dan kasih (KGK 311). Di tempat lain dikatakan bahwa "Sejak masa anak-anak sampai pada kematiannya malaikat-malaikat mengelilingi kehidupan manusia dengan perlindungan dan permohonan" (KGK, 336). Konsili Vatikan II menegaskan sikap Gereja, “Dalam persekutuan dengan seluruh Gereja peziarah, kita menghormati para malaikat dan kita menaikkan pujian dan syukur kepada Allah dengan perantaraan mereka “ (LG, 49)

Sambil memperingati para malaikat pelindung kita mengingat kasih Tuhan yang tiada habis-habisnya bagi manusia. Dia menyuruh malaikatNya untuk berjalan di depan sebagai pembimbing kepadaNya. Dia yang memberi malaikatNya untuk mendampingi sehingga sama-sama memuji Allah. Jadi, para malaikat adalah tanda kehadiran Allah sendiri yang dapat membantu kita untuk memuliakan dan melayaniNya sebagai pencipta. Malaikat  melindungi dan memperhatikan keselamatan kita. 

Malaikat pelindung dimiliki oleh para pengikut Kristus sejak saat dibaptis. Oleh karena itu sebagai orang yang dibaptis kita berdoa supaya dia menuntun kita kepada Bapa di Surga: “Malaikat Allah, engkau yang telah diserahi Tuhan untuk melindungi aku, terangilah, lindungilah dan bimbinglah aku kepada Allah”. Hal yang harus kita perhatikan adalah, meskipun ada doa khusus kepada para malaikat tetapi Tuhan Allah yang mengabulkan permohonan kita bukan malaikat. Malaikat pelindung hanyalah penuntun kita. Dia yang mengantar doa-doa kita kepada Tuhan seperti halnya para kudus yang kita hormati. 

Doa: Tuhan, terima kasih atas penyertaanMu melalui para malaikat pelindung. Amen

PJSDB

No comments:

Post a Comment