Monday, October 8, 2012

Salam Maria

Engkau

Permenungan bersama Bunda Maria berlanjut. Sejauh ini kata-kata yang ada dalam doa Salam Maria memiliki makna yang mendalam. Malaikat Gabriel berkata “Tuhan sertamu”. Kalimat ini menunjukkan relasi pribadi antara Tuhan Allah dan Bunda Maria. Tuhan Allah menyatakan penyertaan dan kasihNya secara pribadi dengan Maria. 

Siapakah Allah itu? 

Kita selalu mengulangi credo dengan mengatakan “Aku percaya akan Allah” Tetapi siapakah Tuhan Allah? Di dalam Kitab Suci kita menemukan bahwa Tuhan sendiri mewahyukan diriNya kepada Bangsa Israel sebagai Tuhan yang satu. Ia bersabda, “Dengarlah hai Israel, Tuhan itu Allah kita, Tuhan itu esa” (Ul 6:4) dan “tidak ada yang lain” (Yes 45:22). Yesus sendiri menegaskannya kembali: “Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa” (Mrk 12:29). Tentu saja pengakuan bahwa Yesus dan Roh Kudus adalah Allah dan Tuhan tidak membawa perpecahan dalam diri Allah yang esa. St. Turibus dari Montenegro berkata, “Allah itu ada yang sempurna tanpa batas yaitu Tritunggal Mahakudus”

Allah juga mewahyukan diriNya kepada Israel sebagai Dia yang mempunyai cinta yang sempurna. Di dalam diriNya, Allah adalah kasih (1Yoh 4:8.16). Kasih itu sempurna dalam peberian diri secara total puteraNya (Yoh 3:16). Ya, Tuhan Allah berbeda dengan manusia meskipun Ia menciptakan manusia serupa denganNya. Dia adalah Roh yang murni, kita adalah manusia yang memiliki daging, roh yang berinkarnasi yang berhubungan dengan kemanusiaan kita. Tuhan dilayani oleh para malaikat dan seluruh laskar surgawi. Kita berada di dunia dengan perjuangan istimewa untuk bersatu denganNya. Dia mutlak, mahakuasa. Kita hanya manusia yang fana dan kecil di hadiratNya. 

Ketika Tuhan melalui malaikat mengatakan “engkau” untuk Bunda Maria, Ia mengatakan kasihNya secara pribadi kepada Bunda Maria. Demikian Tuhan juga menyapa kita masing-masing dengan kasihNya. Tuhan mencintai seluruh ciptaanNya tetapi Dia lebih mencintai manusia sebagai pribadi. Manusia menjadi “biji mata Tuhan”. Ia memandang manusia dengan kasih yang tiada habis-habisnya. Di dalam diri Maria kita belajar betapa besar kasih Tuhan bagi manusia. 

Apa yang harus kita lakukan? Dengarlah dan berbicaralah dengan Dia tanpa henti!

Refleksi: Apakah anda menyadari bahwa Tuhan mengasihimu secara pribadi?

PJSDB 

No comments:

Post a Comment