Sunday, October 14, 2012

Salam Maria

Santa


Tema permenungan kita hari ini adalah kata santa yang menyatu dengan nama Bunda Maria. Kekudusan berasal dari Tuhan karena Dia Kudus adanya. Artinya Dia dalam diriNya sendiri sebagai Tuhan atau yang ilahi adalah kudus adanya. Dia adalah sumber kekudusan dan manusia dipanggil menuju kepadaNya. Allah yang kudus berbeda dengan manusia yang berdosa. Dia adalah Tuhan yang ilahi dan kudus.

Kekudusan Maria pertama-tama dipahami dalam konteks partisipasinya dalam kehidupan ilahi bersama Tuhan Allah. Dengan kata lain, Maria di katakan kudus atau santa karena rahmat dari Tuhan. Ia layak menerima anugerah kekudusan karena jasa Yesus Kristus Puteranya, Dialah satu-satunya Penebus dan Penyelamat umat manusia. Jadi kekudusan Maria karena jasa Yesus Puteranya. Maria diakui oleh Gereja sebagai “dikandung tanpa noda”. Tuhan yang punya rencana untuk menjadikannya kudus. Dari pihak Tuhan, Maria dipilih menjadi Bunda Allah Putera dan secara langsung kekudusan Tuhan melingkupinya, dipihaknya sendiri, ia taat kepada kasih dan kehendak Allah Bapa.

Kekudusan Maria memiliki daya tarik tersendiri bagi manusia. Banyak orang memiliki kontak dengan Maria sebagai tanda cinta kepada kekudusannya. Dante Alighieri menyatakan cintanya kepada Bunda Maria dengan berkata, “Semua orang akan datang kepadamu untuk memperoleh rahmat dari Tuhan. Meskipun jarak jauh memisahkan tetapi orang dapat terbang tanpa sayap kepadamu”. Para pelukis juga mengungkapkan kasih mereka dengan lukisan-lukisan yang menggambarkan Maria sebagai ibu yang kudus. Ada lukisan dimana dia berada di bawah salib PuteraNya, sebagai Bunda yang berduka cita. Namun demikian kekudusannya tetap terpancar ketika ia tabah dan menyimpan semuanya itu di dalam hatinya.

Kita pun dipanggil kepada kekudusan. Tuhan telah menguduskan kita dalam sakramen pembaptisan. Ini berarti kita juga terarah kepada Tuhan sumber kekudusan. Kita butuh Bunda Maria sebagai model kekudusan. Dialah yang telah menyatu dengan Tuhan melebihi segala ciptaan lain. Dari dia kita belajar menjadi orang kudus sejati. Para santo dan santa di dalam Gereja menjadi kudus karena pengaruh figur Bunda Maria. Misalnya St. Yohanes Bosco memiliki devosi kepada Bunda Maria penolong umat kristiani.

Refleksi: Apakah kita menyadari panggilan menjadi kudus?

PJSDB

No comments:

Post a Comment