Wednesday, January 16, 2013

Renungan 16 Januari 2013

Hari Rabu, Pekan Biasa I
Ibr 2:14-18
Mzm 105:1-4.6-9
Mrk 1:29-39

Imam Agung yang berdoa!

Selama tiga hari terakhir ini kita mendengar bacaan pertama dari surat kepada orang Ibrani. Di dalam bagian awal surat ini dikatakan bahwa pada zaman dahulu Allah berbicara dengan pelbagai cara melalui para nabi, tetapi pada saat ini Ia berbicara melalui Yesus Kristus AnakNya. Segala kuasa diberikan kepadaNya maka segala makhluk pun takhluk kepadaNya. Kejayaan dan kemuliaan Yesus menjadi sempurna dalam misteri paskahNya. Ia telah menderita, wafat dan bangkit. Peristiwa Paskah menjadi peristiwa keselamatan bagi manusia. Allah sangat solider dengan manusia dan menjadikan Yesus sebagai saudara untuk menyelamatkan. Luar biasa Allah seperti ini. Dia, meskipun Allah tetapi mau menjadi saudara dengan manusia. Sikap Yesus ini tentu menantang kita untuk menjadi saudara bagi sesama yang lain. Apakah anda sudah menjadi saudara bagi sesama yang lain?

Pada hari ini kita sekali lagi mendengar bagaimana sikap Yesus sebagai saudara bagi manusia. Kita membaca dalam bacaan Pertama: “Orang-orang yang dipercayakan Allah kepada Yesus adalah anak-anak dari darah dan daging. Maka Yesus juga sama dengan mereka dan mendapat bagian dalam keadaan mereka” (Ibr 2:14). Dengan wafatNya Yesus telah memusnahkan kuasa iblis di dalam diri manusia. Kita sudah tahu bahwa iblis adalah sumber segala kejahatan. Mengapa Yesus melakukan semua ini? Karena Ia mengasihi manusia sebagai keturunan Abraham. Dengan sikap Yesus seperti ini, Ia dikatakan menjadi saudara yang menyelamatkan dan Imam Agung yang menaruh belas kasihan dan yang setia kepada Allah. Ia yang mendamaikan Allah dan manusia. Ia menderita karena pencobaan, Ia juga menolong orang yang dicobai.

Di sini Yesus menunjukkan kepada kita dua hal: Ia membebaskan manusia dari kuasa dosa dan maut. Ia menjadi imam agung yaitu pengantara Allah dan manusia. Sikap Yesus ini ditunjukkan dengan perbuatan kasih yang Ia lakukan ketika melayani orang-orang sakit yang datang kepadaNya. Ia tidak pernah menghitung berapa perbuatan baik yang Ia lakukan tetapi semata-mata karena belaskasihanNya yang besar kepada manusia. Ia menjadi saudara bagi kita supaya kita lebih lagi menjadi saudara bagi sesama manusia yang lain dalam pergorbanan diri dan pelayanan-pelayanan kita.

Penginjil Markus, hari ini menceritakan bahwa Yesus sangat sibuk dengan kerasulanNya yakni mewartakan Kerajaan Allah dan menyembuhkan orang-orang sakit. Mereka yang disembuhkan misalnya Ibu mertua Petrus. Dengan hanya memegang tanganya, Yesus menyembuhkanya. Pada soreh hari menjelang malam banyak orang sakit berdatangan dan minta kepada Yesus untuk disembuhkan. Yesus pun membebaskan semuanya dari sakit penyakit dan kuasa roh jahat. Komitmen baru yang harus dibangun adalah lebih tekun lagi! 

Penginjil juga mengisahkan bahwa setelah membuat banyak mukjizat penyembuhan dan pengusiran setan, Yesus menyempatkan diri untuk berdoa di tempat yang sepi. Sesibuk apa pun Yesus, Ia tetap menyatukan kontak dengan Bapa di Surga. Luar biasa, Tuhan Yesus saja masih mau curhat sama BapaNya lewat doa dalam waktu yang ditetapkan oleh Bapa dan Dia. Tentu saja permenungan kita adalah sikap Yesus ini membantu untuk semakin mencintai Tuhan dan sesama dalam keluarga masing-masing. Doa dalam waktu yang tepat sangat membantu kita untuk bertumbuh dengan baik dalam iman. Yesus sang Allah Putera adalah pendoa sejati. Bagaimana anda dan saya berusaha untuk selalu mengulangi hal yang sama, pada waktu yang tepat untuk Tuhan?

Saya akhiri renungan ini dengan sebuah kutipan dari Max Lucado: “Aku memilih bersikap baik sebagai saudara. Aku akan bersikap baik kepada saudara-saudara yang miskin karena mereka hidup sendirian. Aku bersikap baik kepada saudara-saudara yang kaya karena mereka ketakutan. Aku juga bersikap baik sebagai saudara kepada mereka yang jahat karena seperti itulah Allah memperlakukanku! Amen. Tuhan memberkati kita semua.

Doa: Tuhan, bantulah kami supaya hari ini kami juga menjadi saudara dan saudari. Amen

PJSDB

No comments:

Post a Comment