Saturday, August 17, 2013

Renungan 17 Agustus 2013

Hari Raya Kemerdekaan RI
Sir 10: 1-8
Mzm 101: 1a.2ac.3a.6-7
1Ptr 2:13-17
Mat 22: 15-21

Jadilah Orang Merdeka


Pada suatu kesempatan di tahun 1997, saya ditanya oleh seorang teman kuliah tentang bagaimana saya merasa diri sebagai orang Indonesia dan memiliki semangat nasionalisme. Kebetulan pada saat itu, saya adalah satu-satunya mahasiswa dari Indonesia yang menjadi anggota komunitas itu. Saya lalu berpikir saat mana saya merasa sebagai orang Indonesia. Saya menemukan sesuatu yang sederhana: Ketika untuk pertama kali memiliki KTP dan Paspor Indonesia. Dua dokumen ini menyadarkan saya bahwa saya orang Indonesia. Momen lain yang saya rasakan adalah ketika mengikuti pertandingan bola antara Indonesia dan Malaysia di Gelora Bung Karno. Pada saat menyanyikan lagu Indonesia Raya, seluruh hadirin berdiri, sambil meletakkan tangan kanan di dada, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Ini suasana yang ikut membangkitkan nasionalisme. Pengalaman-pengalaman sederhana ini membuatku menyadari bahwa baik atau tidak baik, mencintai tanah air, bangsa dan negara Indonesia adalah sebuah keharusan.

Pada hari ini kita merayakan Hari Kemerdekaan Indonesia. Pertanyaan mendasar yang selalu muncul adalah apakah semuaborang sudah merasa merdeka atau belum. Tentu saja bukan hanya sebatas merdeka dari tetapi lebih dari itu merdeka untuk. Banyak kali orang berhenti pada kemerdekaan dari tekanan, beban sosial dan ekonomi. Dengan demikian muncul reaksi sosial, demonstrasi di mana-mana dan berbagai gerakan sosial lainnya. Namun seharusnya orang juga memikirkan hal kedua yang penting yakni merdeka untuk berbuat baik demi kesejahteraan banyak orang. Orang yang memahami kemerdekaan untuk berbuat baik akan berusaha hari demi hari untuk berbuat baik.

Yesus dalam bacaan Injil hari ini didatangi oleh orang-orang Farisi. Mereka menyuruh para murid mereka dan orang-orang Herodian untuk bertanya kepadaNya,apakah diperbolehkan membayar pajak kepada Kaisar atau tidak? Daerah Palestina saat itu dikuasai oleh orang-orang Romawi. Oleh karena itu mereka berkewajiban untuk membayar pajak. Hanya saja ada banyak orang yang melawan para penjajah Romawi. Oleh karena itu mereka mencobai Yesus dengan pertanyaan seperti itu. Yesus tidak menjawab pertanyaan mereka. Ia hanya meminta koin mata uang yang ada lalu bertanya kepada mereka tentang gambar dan tulisan siapa pada koin tersebut. Mereka mengatakan kepada Yesus bahwa ada ganbar dan tulisan Kaisar. Mendengar itu, Yesus berkata kepada mereka: "Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah". Yesus mau mengatakan bahwa manusia mendiami bumi dan tentu mereka perlu mentaati para pemimpin mereka. Mereka juga diciptakan sewajah dengan Tuhan sehingga mereka patut memberi dirinya kepada Tuhan dengan sepenuh hati. Poin Yesus adalah bagaimana orang benar, merdeka mau memberi diri untuk kebaikan banyak orang.

Petrus dalam bacaan kedua mengajak kita untuk mentaati para pemimpin yakni raja dan para pemerintah lainnya. Lebih jelas Petrus berkata: "Hiduplah sebagai orang merdeka dan bukan seperti mereka yang menyalahgunakan kemerdekaan itu untuk menyelubungi kejahatan-kejahatan mereka, tetapi hiduplah sebagai hamba Allah. Hormatilah semua orang, kasihilah saudara-saudaramu, takutlah akan Allah, hormatilah raja!" Orang merdeka akan memberi dirinya untuk kebahagiaan banyak orang. Orang yang belum merdeka akan menggunakan mesempatan untuk menindas orang-orang lain. Kalau kita coba melirik para pemerintah,banyak di antaranya memang mengabdikan dirinya untuk kebaikan banyak orang, tetapi ada juga yang menggunakan kemerdekaan untuk menindas orang lain. Yesus adalah Kebenaran yang memerdekakan kita. Apakah anda sungguh merasa diri sebagai orang merdeka?

Doa: Tuhan, bantulah kami untuk bertumbuh sebagai orang-orang merdeka yang selalu berbuat baik kepada sesama. Amen

PJSDB

No comments:

Post a Comment