Monday, October 14, 2013

Renungan 14 Oktober 2013

Hari Senin, Pekan Biasa XXVIII
Rm 1:1-7
Mzm 98:1-4
Luk 11:29-32

Dipanggil menjadi milik Kristus

Selama beberapa minggu terakhir ini kita mendengar bacaan-bacaan Kitab Suci di dalam perayaan Ekaristi dari Kitab Perjanjian Lama. Melalui bacaan-bacaan Kitab Suci itu kita semua berjumpa dengan Tuhan Allah yang hidup. Ia menyertai umatNya dengan kehadiran dan berkat-berkatNya. Manusia boleh melawan Dia, berkali-kali jatuh dalam dosa yang sama tetapi Tuhan tetap memperhatikan mereka dan mencurahkan kasihNya yang besar kepada mereka. Manusia di hadapan Tuhan tetaplah ciptaan yang rapuh, laksana bejana tanah liat yang mudah hancur. Berkali-kali Tuhan mendidik mereka dengan pengalaman yang keras seperti pengalaman keras di Mesir, pembuangan ke Babel dan kehancuran yang dilakukan oleh pasukan Alexander Agung dari Yunani. Tuhan tidak tinggal diam tetapi tetap berusaha untuk menyelamatkan umatNya. Ia terus menerus mengutus para nabi untuk mewartakan pertobatan dan penghiburan hingga PuteraNya Yesus Kristus. Umat Israel tetap mengalami jatuh dan bangun tetapi kasih Tuhan tetap abadi selamanya.

Pada hari ini kita mulai mendengar pewartaan St. Paulus kepada jemaat di Roma.  Surat St. Paulus kepada jemaat di Roma mau mengungkapkan wawasan dasar Paulus mengenai iman dan karya pewartaannya. Inti pewartaannya adalah tentang Injil yang diwartakan kepada semua orang. Iman diperlukan untuk menerima Injil sehingga dapat membuahkan keselamatan. St. Paulus memandang dirinya di hadapan Allah sebagai hamba Kristus Yesus, dipanggil menjadi rasul dan dikuduskan untuk tugas istimewa yakni mewartakan Injil. Bagi Paulus, Injil itu dahulu sudah dijanjikan Allah dengan perantaraan para nabi di dalam Kitab-Kitab Suci. Isi dari Injil adalah Yesus Kristus, Anak Allah yang menurut daging dilahirkan dari keturunan Daud dan menurut Roh Kekudusan dinyatakan sebagai Anak Allah yang berkuasa, oleh kebangkitanNya dari antara orang mati. Dengan penjelasannya ini Paulus kemudian mengatakan dengan tegas: “Kalian yang telah dipanggil menjadi milik Kristus. Kalian di kasihi Allah, dipanggil dan dijadikan orang-orang kudus. Semoga kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita, dan dari Tuhan Yesus Kristus, menyertai kalian”.

Dari pengajaran Paulus kepada jemaat di Roma, kita mendapat gambaran bahwa Yesus Kristus itu sungguh-sungguh manusia dan sungguh-sungguh Allah. Ia dikatakan sungguh-sungguh manusia karena Allah memilih Maria sebagai ibuNya dan Yusuf dari keturunan Daud sebagai Bapa Pengasuh. Selama hidupNya sebagai manusia, Yesus mengikuti perintah orang tua dan memuliakan mereka di bumi. Yesus juga memuliakan Bapa di Surga melalui doa. Doa-doa Yesus pada saat-saat tertentu menandakan persekutuanNya dengan Bapa di Surga. Bagaimana dengan manusia? Kita semua diingatkan untuk mengimani Yesus Tuhan kita. Dia yang dari dahulu, sekarang dan selamanya tetap ada. Dialah Yesus satu-satunya penebus kita. Kita berjumpa denganNya di dalam doa.

Di dalam bacaan Injil, Yesus mengatakan rasa kecewaNya terhadap orang-orang pada zamanNya karena mereka meminta satu tanda. Oleh karena itu Yesus mengatakan bahwa mereka adalah angkatan yang jahat. Bagi Yesus, mereka boleh menuntut tanda, tetapi tanda Yunus akan tetap diberikan kepada mereka.Yunus pernah tinggal di dalam perut ikan selama tiga hari dan tiga malam dan menjadi pembawa tanda pertobatan bagi orang-orang Niniwe. Yesus sendiri akan menjadi tanda bagi angkatan ini karena kejahatan mereka dan Dialah yang akan menyelamatkan mereka semua. Yesus juga mengatakan bahwa dirinya jauh lebih besar dari Salomo.

Apa yang mau dikatakan dari kisah Injil pada hari ini. Yesus bekerja keras menghadirkan Kerajaan Allah tetapi orang-orang belum tergerak hati untuk menerimaNya. Mereka memang menyaksikan karya Agung dari Tuhan, tetapi mereka tetapi tidak percaya pada Yesus. Mereka bahkan mencari tanda lain yang bukan berasal dari kasih karunia Allah yang nampak di dalam diri Yesus Kristus. Kedekatan fisik belum menjadi jaminan bagi kedekatan hati. Seharusnya kedekatan hati menjadi penting untuk menjawabi tawaran keselamatan dari Allah. Maka di sini pertobatan menjadi hal penting untuk merasakan kerahiman dan kasih karunia Allah.

Sabda Tuhan pada hari ini mengundang kita untuk memusatkan iman kita hanya kepada Yesus Kristus Tuhan. Banyak kali kita merasa dekat denganNya dalam doa, dalam menerima sakramen-sakramen tertentu sehingga mudah lupa bahwa Dialah yang harus kita sembah dan muliakan. Kita dekat dalam doa tetapi jauh dari hati kita. Kita mungkin saja masih menuntut banyak hal dari Tuhan, tetapi lupa bersyukur atas kasih dan kebaikanNya kepada kita. Mari kita bertobat dan membaharui hati kita yang keras sehingga layak menerima Tuhan Yesus di dalam hidup kita.

Doa: Tuhan, bantulah kami untuk tetap mengimaniMu sebagai satu-satunya Tuhan kami. Tambahlah selalu iman kami kepadaMu. Amen

PJSDB

No comments:

Post a Comment