Sunday, October 13, 2013

Uomo di Dio

Berani Melawan Arus


Pada suatu kesempatan saya berbincang-bincang dengan sekelompok orang muda. Saya bertanya kepada mereka tentang cita-cita dan harapan mereka untuk menyambut masa depan. Ada yang mengatakan bahwa hidup itu menjadi indah ketika kita mengikuti falsafah sungai. Sungai itu selalu mengalir sesuai dengan keaadaan tanah di bumi. Ia mengalir mencari tempat yang rata dan di tempat itulah ia akan berhenti, diam dan tenang. Seorang yang lain membantah dengan mengatakan bahwa ia  tidak mau mengikuti aliran sungai. Memang sungai itu mengalir ke tempat yang lebih rendah dan tenang tetapi justru tempat terakhir itulah yang paling berbahaya. Air yang tenang selalu berbahaya. Mengikuti aliran sungai juga menjadi simbol orang yang malas dan tidak kreatif. Seorang yang lain mengatakan dirinya tidak mau mengikuti aliran sungai. Nanti dirinya akan bermental ikut ramai dan tidak berhasil dalam hidup. Dia mengatakan bahwa orang yang ikut aliran sungai itu orang yang berada di zona nyaman. Sebaiknya kita harus berusaha melawan arus sungai karena dengan melawan arus sungai kita akan lebih kreatif, inovatif untuk bisa bertahan hidup dan menjadi manusia yang sukses.

Saya mendengar semua perbincangan mereka dengan penuh perhatian. Saya lalu membayangkan bahwa biasanya ikan-ikan akan hidup kalau mereka bergerak melawan aliran sungai atau arus sungai. Sebaliknya ikan-ikan akan mati dan terhanyut begitu saja kalau mereka bergerak mengikuti arus air sungai. Hidup sebagai manusia pun demikian. Kita akan mati meskipun masih bernafas kalau hanya ikut-ikutan dalam menyusuri arus sungai kehidupan. Hidup kita akan menjadi kosong dan tak berarti karena tidak ada tantangan apa pun. Saya pernah memperhatikan kehidupan orang-orang di daerah tertentu. Banyak orang yang berasal dari daerah yang subur memiliki perilaku yang malas karena mereka berpikir alam sudah menyiapkan segalanya. Sebaliknya orang yang berasal dari daerah yang tidak subur, kering dan tandus alamnya, kelihatan lebih kreatif, inovatif untuk menaklukan alam supaya dapat hidup. Di sini butuh keberanian!

Kalau kita melihat figur Yesus Kristus, kita akan merasa bahwa Ia mengajar kita untuk hidup bukan untuk mengikuti arus sungai tetapi untuk melawan arus. Ia sangat terbuka dalam pergaulan dengan kaum pendosa dan pemungut cukai; sikapnya terhadap hari Sabat juga berubah dengan mengklaim diriNya sebagai Tuhan atas hari Sabat; Ia mengajar para muridNya untuk menyapa Allah sebagai Bapa. Ia mengajar para muridNya supaya mengasihi musuh dan berdoa bagi orang yang menganiaya mereka. Hampir semua pengajaranNya selalu bertentangan dengan pandangan kaum Farisi dan para ahli Taurat. Semua yang dilakukan Yesus memang melawan arus di dalam kehidupan pada zamanNya. Namun demikian dampaknya masih tetap terasa hingga saat ini. Misalnya dengan mendoakan para musuh dunia akan nberubah menjadi satu komunitas persaudaraan. Tak adalah musuh yang harus dibenci.

Apa spiritualitas pria katolik yang dapat kita kembangkan? Keberanian untuk melawan arus! Hidup kita akan semakin berarti ketika kita berani melawan arus kehidupan ini. Artinya setiap Pria Katolik harus berani melawan arus seperti Yesus sendiri. Tentu banyak musuh yang ada di hadapan kita tetapi ketika kita bertahan karena kebenaran dan keadilan maka dampaknya akan dirasakan oleh banyak orang. Kita mengingat prinsip-prinsip universal seperti mengasihi, bersikap jujur, transparan, tidak mudah disuap, disiplin merupakan hal-hal yang umum tetapi kalau ditegakkan dan dihayati maka  akan melawan arus. Ketika seorang pria katolik kreatif dan inovatif, ia tentu akan memiliki banyak musuh. Namun ia akan  tetapi bertahan hidup. Ia tidak akan mati terhanyut begitu saja oleh arus kehidupan.

Rekan-rekan Pria katolik yang terkasih. Sekarang pilihan ada di tangan kalian. Apakah mengikuti arus dan mati terhanyut atau melawan arus sehingga tetap bertahan hidup. Ingatlah perkataan St. Petrus: "Serahkanlah segala kekuatiranmu pada Tuhan sebab Ia yang memelihara kamu" (1Pt 5:7). Mengapa kuatir melawan arus? Tuhan adalah pelindungmu. 

Tuhan memberkati.

PJSDB

No comments:

Post a Comment