Sunday, November 20, 2011

Homili Hari Raya Tuhan Yesus Raja Semesta Alam

Yehezkiel 34:11-12.15-17
Mzm 24:1-2.2-3.5-6
1Kor 15:20-26.28
Mat 25:31-46


Dia akan mengadili kita berdasarkan perbuatan kasih

Raja dalam pandangan umum selalu berhubungan dengan seorang leader yang punya kharisma khusus dalam kelompok masyarakatnya. Peran sebagai raja ini berdampak turun temurun. Orang selalu mengatakan orang ini "keturunan raja" atau orang itu "berdarah biru". Sapaan ini pasti punya pengaruh dalam masyarakat. Rasa hormat pun patut diberikan kepada Raja dan keturunan. Akan ada sangsi sosial kalau raja atau keturunannya tidak dihormati. Di daerah tertentu seperti Pulau Sumba pernah memiliki tradisi yang kuat yakni apabila sang raja meninggal dunia maka seorang hamba harus dibunuh lalu dijadikan alas bagi tubuh sang raja di dalam kuburan.

Hari ini kita merayakan Hari RayaTuhan Yesus Kristus Raja Semesta Alam bertepatan dengan Hari Minggu biasa ke-34. Tentu bayangan kita tentang Yesus bukan hanya tentang hal-hal ilahi karena Yesus adalah Tuhan, tetapi Dia juga sebagai manusia yang diberi gelar raja semesta alam. Dia ada sebelum dunia dijadikan dan Dia yang empunya segala sesuatu di atas dunia. Ini berarti daerah kekuasaanNya adalah seluruh bumi. Jadi kuasaNya melebih semua raja dan penguasa di atas bumi ini. Ada kekaguman yang luar biasa dari umat manusia. Ya benar, Dia Raja semesta alam! Tetapi seorang Raja semesta alam yang tidak seperti dibayangkan manusia. Hal ini terungkap dalam bacaan-bacaan suci hari ini.

Yehezkiel dalam Bacaan pertama menggambarkan Tuhan sebagai seorang gembala yang baik yang senantiasa memperhatikan domba-dombaNya satu persatu sesuai dengan keadaannya. Apa yang Ia lakukan? Ia akan mencari yang tersesat, tercerai berai dan Dia sendirilah yang mau menyelamatkan domba-dombaNya. Mereka yang tersingkir atau terluka sekalipun mendapat perhatian besar dari sang gembala. Tuhan sebagai raja merelakan dirinya sebagai gembala bagi domba. Ia melayani dengan kasih. Tuhan juga mengingatkan umatnya bahwa apa bila mereka berlaku tidak adil terhadap sesama maka patutlah mereka mendapat hukuman.

Santu Paulus dalam bacaan kedua mengatakan Kristus sebagai Raja yang menguasai segala sesuatu, bahkan musuh pun bertekuk lutut di bawah kakiNya. Dia adalah raja yang berkorban melalui, wafat dan bangkit bagi keselamatan manusia. Kristus juga telah memerdekakan kita dari segala kekuasaan yang telah menindas dan menyeret ke alam maut dengan wafat dan kebangkitanNya. Orang-orang percaya akan diberkati Tuhan untuk selama-lamanya.

Matius dalam Injil mengatakan Yesus adalah seorang Raja yang hadir di dalam diri orang-orang kecil. Yesus sendiri datang untuk melayani orang-orang kecil. Maka tugas panggilan kita adalah melayani sesama yang paling hina karena dengan demikian kita juga melayani Yesus sendiri. Yesus berkata: "Sesungguhnya apa yang kamu lakukan untuk salah seorang saudara yang paling hina, kalian telah melakukannya untuk Aku." Ini juga menjadi motivasi yang kuat bagi para pekerja. Mereka tidak memiliki apa-apa tetapi hanya memiliki Tuhan di dalam hidup mereka.

Sabda Tuhan ini menguatkan kita karena pada saatnya nanti, kita semua akan diadili berdasarkan perbuatan kasih yang telah dilakukan di dunia ini bagi saudara-saudara yang paling hina. Artinya kita harus berani ikut ambil bagian dalam penderitaan sesama seperti Yesus sendiri yang menderita untuk kita. Yesus adalah seorang Raja, hakim yang adil dan pelayan yang setia.

Sabda Tuhan pada hari ini juga mengingatkan kita akan meterai Rajawi yang diberikan Tuhan kepada kita pada saat pembabtisan. Kita menjadi serupa dengan diriNya: Melayani dengan semangat gembala baik, rela berkorban untuk kebahagiaan sesama bahkan nyawa sebagai taruhannya dan keberpihakan pada orang-orang kecil dan terlantar. Semua karya dan pelayanan kita semata-mata untuk kemuliaan nama Tuhan. Christus vincit, Christus Regnat,Christus imperat. PJSDB

 

No comments:

Post a Comment