Wednesday, March 28, 2012

Anda mau menjadi orang merdeka?

Food for thought:


Anda mau menjadi orang merdeka?


Memiliki banyak idola! Ini prinsip kebanyakan orang muda masa kini. Coba masuklah ke kamar tidur seorang anak muda dan telitilah apa yang ada di kamarnya? Kalau dia seorang anak perempuan maka akan ditemukan foto artis Asia misalnya dari Korea atau dari Barat. Bisa juga foto seorang atlit. Ada kemiripan dengan anak laki-laki. Biasanya ada foto seorang atlit atau artis kebanggannya. Hanya sedikit anak muda yang berani meletakkan gambar para kudus dan Salib Tuhan Yesus di kamarnya.
Ya, masing-masing orang punya idola. Terkadang idola-idola ini memiliki pengaruh yang kuat dalam perubahan perilaku. Model rambutnya, bentuk kacamatanya, dan juga dandanannya. Perubahan perilaku ini berdampak positif bagi pribadi yang ingin berkembang. Namun demikian dapat juga terjadi perubahan perilaku ke arah negatif. Gaya hidup berubah seiring dengan perubahan biaya hidup yang besar kemungkinan akan  membengkak. Dampak lanjutan dari perubahan perilaku adalah situasi chaos. Maka perkelahian di dalam keluarga pun tidak dapat dihindari.
Apa yang harus dilakukan? Setiap orang tua dan para pendidik perlu tahu diri untuk menciptakan kondisi yang penting bagi pendidikan anak. Anak-anak juga harus bersikap sebagai orang-orang merdeka dalam arti "merdeka untuk" dan bukan "merdeka dari". Pokoknya anak-anak dibimbing untuk menjadi orang merdeka yang tahu bawa diri. 
Anda mau menjadi orang merdeka? 


Saya terinspirasi oleh tulisan Wilferd A. Peterson (1900-1995), seorang penulis kawakan di bawah ini:
“The art of being yourself at your best is the art of unfolding your personality into the person you want to be...Be gentle with yourself, learn to love yourself, to forgive yourself, for only as we have the right attitude toward ourselves can we have the right attitude toward others.”
Kita menjadi orang merdeka ketika kita sendiri mampu menerima diri kita apa adanya, mencintainya dan mengampuninya. Kita menjadi sempurna ketika melihat dalam diri kita berbagai kelemahan hidup yang siap untuk diubah dan menyadari sebagai pribadi yang bertumbuh menuju kepada kematangan hidup. Kita sendirilah yang mampu mengendalikan perkembangan hidup kita. Be yourself! Jadilah dirimu!

PJSDB

No comments:

Post a Comment