Friday, March 2, 2012

Renungan 2 Maret 2012


Yeh 18:21-28; Mzm 130:1-8; Mat 5:20-26

Indahnya sebuah pertobatan

Salah satu tema yang kita renungkan dalam masa prapaskah adalah pertobatan. Ada dua kata Yunani dalam Kitab Perjanjian Baru yang sering diterjemahkan dengan kata bertobat. Kedua kata yang dimaksud adalah metanoia (dan pasangan verbalnya metanoeo) dan metamelomai. Kata metanoia diterjemahkan lima puluh delapan kali dalam Perjanjian Baru sedangkan metamelomai hanya enam kali. Metanoia memiliki makna dasar yakni perubahan pikiran. Perubahan pikiran ini mencakup: pemikiran tentang keselamatan kekal, perilaku berdosa (tobat), diri pribadi dengan Kristus dan perubahan pikiran tentang segala berhala dan Tuhan. Metamelomai berarti: rasa menyesal yang mendalam. Kedua kata ini lalu menjiwai semangat hidup rohani manusia yakni pertobatan pribadi.

Yehezkiel hari ini mengingatkan kita semua tentang semangat pertobatan. Orang fasik yang bertobat dari segala kefasikan dan berpegang pada ketetapan-ketetapan Tuhan serta melakukan keadilan dan kebenaran akan memiliki hidup, ia akan menyelamatkan nyawanya. Namun apabila orang benar melakukan kecurangan dalam hidupnya maka ia harus mati karena kecurangan yang dilakukannya. Bagi Yehezkiel, keadilan dan kebenaran menunjukkan kualitas hidup manusia di hadirat Tuhan. Keadilan manusia didasarkan pada tanggung jawabnya atas pilihan-pilihan hidupnya. Misalnya, manusia selalu melihat penampilan fisik sedangkan Tuhan membaca hati manusia (1Sam 16:7). Pertobatan membuat orang hidup di hadirat Tuhan dengan memiliki hati yang baru (Mzm 51:12). Pertobatan membutuhkan tanggung jawab dan komitmen pribadi supaya pikiran dan hati dapat terbuka pada Tuhan.

Dalam Injil, Yesus kembali menekankan tentang superioritas keadilan. Keadilan tanpa cinta kasih ibarat makhluk yang kelihatan sempurna namun tidak dapat bernapas. Cinta kasih adalah tanda hadirnya Kerajaan Allah yang diwartakan Yesus sendiri. Dia sendirilah yang menganugerahkan kebebasan dan kebenaran kepada manusia.

Hidup menjadi bermakna ketika kita memiliki kesempatan untuk memperjuangkan kebenaran dan keadilan sehingga setiap orang boleh menikmatinya. Tentu saja kebenaran dan keadilan ini harus dimulai dalam diri setiap pribadi. Orang perlu merasakannya secara pribadi. Apabila secara pribadi mengalami kebenaran dan keadilan maka dengan sendirinya dapat melakukannya juga dalam hidup bersama. Ini satu bentuk pertobatan pribadi.

Pertobatan yang benar berarti orang memiliki kemampuan mengubah pikirannya dan menyatakan penyesalannya sehingga dapat mengikuti jalan Tuhan. Orang yang bertobat memiliki hati yang baru. Hati yang bisa memberi rasa cinta kasih. Hati yang dapat memberi rasa adil kepada sesama. Bagaimana dengan pertobatan pribadimu? Apakah anda sudah mengubah pikiran, perkataan, perbuatan dan kelalaian hidupmu? Berusahalah sekali lagi, anda pasti bisa.

PJSDB

No comments:

Post a Comment